Jumat, Januari 30, 2026
spot_img
BerandaAceh2 Bulan Pascabencana, Warga Kalasegi Masih Bertahan di Tenda Pinggir Danau 

2 Bulan Pascabencana, Warga Kalasegi Masih Bertahan di Tenda Pinggir Danau 

Aceh Tengah (Waspada Aceh) – Dua bulan setelah banjir bandang melanda Aceh Tengah, warga Desa Kalasegi, Kecamatan Bintang, masih bertahan di tenda pengungsian di pinggir Danau Lut Tawar.

Rumah mereka luluh lantak, kebun yang menjadi sumber penghidupan hancur terbawa arus banjir dan longsor, sementara bantuan hunian sementara (huntara) hingga kini belum terlihat.

Cuaca panas yang menyengat menambah beban warga. Di sekitar lokasi, 14 kepala keluarga hanya mengandalkan tenda darurat serta bantuan sembako dari pemerintah dan aparat desa. Tempat tinggal yang layak menjadi kebutuhan paling mendesak, apalagi menjelang bulan suci Ramadhan.

Salawati, salah seorang warga, menuturkan rumah dan kebun kopinya rusak total. Ia sempat terbawa arus saat banjir melanda, namun selamat dan kini tinggal di tenda darurat yang dibangun seminggu terakhir.

“Rumah kami hancur semua. Kebun kopi, usaha, mobil-mobil hilang semua. Papannya pun satu pun nggak ada,” ujarnya sambil menunjuk puing-puing rumah yang tersisa, Kamis (29/1/2026).

Sebelum tinggal di tenda darurat ini, Salawati menumpang sementara di desa tetangga. Pendataan warga terdampak banjir telah dilakukan aparat desa, namun kepastian pembangunan huntara masih belum jelas. Warga terpaksa menjalani hari-hari dalam ketidakpastian, kesulitan aktivitas sehari-hari, dan ibadah.

Santi, warga lain yang juga terdampak, menghadapi kondisi serupa. Rumah dan kebun cabainya hancur tersapu banjir dan longsor. Suaminya yang petani kini harus mencari penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Jelang Ramadhan, kami hanya berharap bisa tinggal nyaman di hunian sementara. Kebun kami rusak, rumah hancur, jadi kami harus mulai dari nol lagi,” kata Santi, ibu dua anak.

Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti pembangunan huntara, agar mereka bisa menjalani kehidupan pascabanjir dengan aman, layak, dan tetap menjalankan ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Pantauan Waspada Aceh menunjukkan bekas longsor dan puing-puing rumah yang hancur, dengan tenda-tenda darurat BNPB berdiri di lokasi. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER