Selain rehabilitasi fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan operasional berupa voucher senilai Rp25 juta kepada lima sekolah terdampak di Aceh Utara.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau sejumlah sekolah terdampak banjir di Aceh Utara dan berbincang dengan para siswa dan guru.
Menteri memberi semangat dengan mengajak para guru serta siswa tetap optimis agar proses belajar-mengajar tidak terhenti meski masih dalam kondisi darurat.
Peninjauan dilakukan di SMA Negeri 2 Kesuma Bangsa, Muara Batu, Aceh Utara Rabu (28/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin serta jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Abdul Mu’ti menegaskan, sekolah-sekolah yang masih berlumpur harus segera dibersihkan agar dapat kembali digunakan. Sementara itu, sekolah dengan kerusakan ringan dan sedang diminta segera mengajukan data untuk diprioritaskan dalam program rehabilitasi.
“Dalam situasi darurat seperti ini, yang terpenting anak-anak tetap belajar. Tidak apa-apa jika belum berseragam, tidak memakai sepatu, atau belajar di ruang darurat. Pendidikan tidak boleh berhenti,” ujar Abdul Mu’ti di hadapan para kepala sekolah.
Ia menambahkan, sekolah yang mengalami kerusakan berat akan direlokasi dan diupayakan memperoleh bantuan pembangunan unit sekolah baru.

Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar akan difasilitasi melalui kelas-kelas darurat.
“Sekarang sebagian masih belajar di tenda. Setelah kelas darurat selesai dibangun, pembelajaran akan dipindahkan ke sana. Begitu gedung baru siap, sekolah akan direlokasi sepenuhnya,” katanya.
Selain rehabilitasi fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan operasional berupa voucher senilai Rp25 juta kepada lima sekolah terdampak di Aceh Utara.
Dana tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan sekolah, seperti pengadaan buku, laptop, maupun sarana pembelajaran lainnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengatakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menjadi salah satu kementerian yang paling cepat merespons kondisi darurat pendidikan pascabencana.
“Sejak awal banyak pihak khawatir pembelajaran terganggu. Namun Kementerian Pendidikan bergerak cepat, mulai dari penyediaan tenda pembelajaran darurat hingga masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Murthalamuddin.
Menurutnya, saat ini kepala SMK dan jajaran terkait telah mengikuti bimbingan teknis. Dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah.
“Total ada 99 sekolah di Aceh yang akan direhabilitasi dan direvitalisasi. Sebagian besar berupa rehabilitasi dan sebagian lainnya pembangunan baru,” kata Murthalamuddin.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti juga meninjau SMKN 1 Baktiya Barat, SMP Muhammadiyah 7 Panton Labu, serta SD Negeri 9 Tanah Jambo Aye.
Selain itu, ia meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di SMA Negeri 1 Baktiya yang mencakup 23 sekolah.
Abdul Mu’ti mengajak seluruh pihak untuk tetap bersatu dan optimistis dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana demi masa depan pendidikan anak-anak Aceh. (*)



