Sabtu, Januari 24, 2026
spot_img
BerandaAcehTerima Laporan Save the Children, Kadisdik Aceh Tekankan Pemulihan Rasa Aman Anak...

Terima Laporan Save the Children, Kadisdik Aceh Tekankan Pemulihan Rasa Aman Anak Pascabencana

Aceh Tengah (Waspada Aceh) – Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa pemulihan pendidikan pascabencana tidak bisa dimaknai semata sebagai kembalinya aktivitas belajar di ruang kelas.

Yang tak kalah penting, menurut dia, adalah memulihkan rasa aman dan semangat anak-anak yang terdampak bencana.

Pernyataan itu disampaikan Murthalamuddin usai menerima laporan dari Save the Children Indonesia terkait pelaksanaan kegiatan Psychosocial Support Activity (PSA) atau dukungan psikososial bagi anak-anak di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Sabtu (24/1/2026).

“Dalam masa pemulihan seperti ini, pendidikan bukan hanya soal pelajaran, tetapi juga tentang memulihkan kondisi psikologis anak-anak agar mereka kembali merasa aman dan siap belajar,” ujar Murthalamuddin.

Dalam laporan tersebut, Save the Children Indonesia menyampaikan bahwa sebanyak 75 anak di Desa Kekuyang telah mengikuti kegiatan trauma healing melalui pendekatan bermain, bernyanyi, dan berbagi cerita.

Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas dampak banjir dan longsor yang mengganggu kehidupan dan proses belajar anak-anak di wilayah tersebut.

Save the Children juga melaporkan bahwa proses belajar mengajar di Aceh Tengah masih berlangsung terbatas, yakni sekitar tiga hari dalam sepekan, akibat kondisi pascabencana yang belum sepenuhnya pulih.

Anak-anak, menurut laporan tersebut, menyampaikan kerinduan untuk kembali bersekolah secara normal.

Selain di Kekuyang, Save the Children menyatakan komitmennya untuk terus menjangkau desa-desa dan sekolah yang terisolasi, khususnya di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, guna mendukung pemulihan pendidikan anak.

Menanggapi hal itu, Murthalamuddin mengapresiasi peran lembaga kemanusiaan dan para relawan yang terlibat langsung di lapangan.

Ia menilai, kolaborasi lintas pihak menjadi kunci agar hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi meski dalam situasi darurat.

Menurut dia, pemulihan pendidikan pascabencana merupakan tanggung jawab sosial bersama.

Pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat perlu saling menguatkan agar anak-anak tidak kehilangan akses belajar sekaligus dukungan emosional.

Dari Desa Kekuyang, upaya-upaya pemulihan itu mulai menumbuhkan harapan. Melalui kegiatan sederhana yang menghadirkan rasa aman dan kebersamaan, anak-anak perlahan bangkit, meninggalkan trauma, dan kembali menatap masa depan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER