Aceh Tengah (Waspada Aceh) – Akses empat kampung di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor, kembali terbuka. Jembatan bailey Berawang Gajah dinyatakan rampung dan mulai dapat dilalui pada Rabu (21/1/2026).
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengatakan rampungnya jembatan tersebut menjadi langkah penting dalam pemulihan wilayah terdampak bencana.
“Dengan berfungsinya jembatan bailey Berawang Gajah, akses masyarakat kembali normal dan risiko keselamatan akibat penyeberangan darurat dapat diakhiri,” ujarnya. Kamis (22/1/2026).
Empat kampung yang kembali terhubung yakni Kampung Kekuyang, Burlah, Buge Ara, dan Pantan Reduk. Selama jembatan putus, warga terpaksa menyeberangi sungai menggunakan tali sling, termasuk saat mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok.
Murthalamuddin menyebut pembangunan jembatan bailey tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, BNPB, dan masyarakat setempat.
“Ini merupakan kerja bersama yang efektif dalam percepatan penanganan darurat dan pemulihan pascabencana,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menyampaikan apresiasi kepada personel TNI atas kerja cepat dalam membuka kembali keterisolasian wilayah di Kecamatan Ketol.
“Hari ini menjadi kebahagiaan bagi empat kampung karena jembatan darurat sudah bisa dilewati,” ujar Haili Yoga.
Ia berharap rampungnya jembatan bailey Berawang Gajah dapat mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat Ketol yang sempat terhenti akibat bencana.
Di sisi lain, Haili Yoga juga menyampaikan duka mendalam atas gugurnya Kapten Muhammad Saugi, Komandan Kompi Yonzipur 16 Kodam Iskandar Muda, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas usai menyelesaikan pembangunan jembatan bailey Pelang.
Menurut Haili, almarhum aktif memimpin misi kemanusiaan pascabencana, termasuk pembangunan jembatan bailey dan jembatan darurat di sejumlah titik di Aceh Tengah.
“Kami sangat berduka. Beliau sosok yang bekerja keras untuk masyarakat. Semoga pengabdiannya menjadi amal ibadah,” kata Haili Yoga. (*)



