Blangkejeren (Waspada Aceh) – Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026 telah menyebabkan kerusakan infrastruktur dalam skala besar.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gayo Lues mencatat sebanyak 101 jembatan putus atau rusak berat akibat bencana hidrometeorologi tersebut.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Gayo Lues, Muhaimin, mengatakan data tersebut merupakan laporan sementara per 1 Januari 2026 pukul 17.00 WIB.
“Berdasarkan data yang kami terima, hingga 1 Januari 2026 terdapat 101 jembatan di Gayo Lues yang putus atau rusak berat akibat banjir dan longsor,” kata Muhaimin kepada Waspadaaceh.com, Minggu (4/1/2026).
Muhaimin menjelaskan, jumlah tersebut bertambah dibandingkan data sebelumnya. Pada 17 Desember 2025, BPBD mencatat 95 jembatan mengalami kerusakan. Namun, curah hujan tinggi yang terus terjadi memicu meluapnya sejumlah sungai dan kembali menghantam jembatan-jembatan yang sebelumnya masih bertahan.
“Dalam beberapa pekan terakhir, hujan masih sering turun sehingga debit air sungai kembali meningkat dan merusak sejumlah jembatan,” ujarnya.
Selain jembatan, BPBD juga mencatat 54 ruas jalan di Gayo Lues mengalami putus total akibat bencana tersebut. Kerusakan infrastruktur ini berdampak langsung terhadap aksesibilitas dan aktivitas masyarakat.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah wilayah hingga kini masih terisolir, di antaranya Kecamatan Pining, Putri Betung, dan Tripe Jaya, serta beberapa desa di wilayah Kecamatan Pantan Cuaca.
Distribusi logistik, layanan kesehatan, serta mobilitas warga di daerah-daerah tersebut masih terkendala.
BPBD bersama instansi terkait terus melakukan pendataan lanjutan dan berupaya membuka akses sementara menggunakan jembatan darurat serta jalur alternatif guna memperlancar penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak. (*)



