Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh mencatat 61 warga negara asing (WNA) masuk ke Aceh di tengah masa bencana.
Mayoritas WNA tersebut datang sebagai relawan kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak.
Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Rabu (31/12/2025).
“Selama masa bencana, tercatat ada 61 WNA yang masuk ke Aceh. Mereka datang dengan misi kemanusiaan sebagai relawan,” kata Tato.
Menurut Tato, WNA tersebut berasal dari beberapa negara, dengan Malaysia sebagai negara terbanyak, disusul Tiongkok (Cina).
Sejumlah relawan asal Tiongkok membawa peralatan khusus, termasuk alat pendeteksi jenazah di bawah permukaan tanah.
“Mereka datang secara sukarela dan rata-rata hanya berada di Aceh sekitar satu sampai dua minggu,” ujarnya.
Imigrasi Aceh, kata Tato, memberikan kemudahan keimigrasian bagi WNA yang benar-benar datang untuk misi kemanusiaan, selama dokumen perjalanan lengkap dan tidak masuk daftar cekal.
“Kalau tujuannya jelas untuk bantuan kemanusiaan dan dokumennya lengkap, tentu kami permudah,” jelasnya.
Selain relawan, Imigrasi Aceh juga memantau WNA yang sedang berada di Aceh saat bencana terjadi.
Salah satunya sembilan warga negara Pakistan yang tengah melakukan kegiatan keagamaan Jamaah Tabligh.
“Mereka selamat dan sudah melapor ke kantor imigrasi setempat. Keberadaan mereka terus dimonitor,” kata Tato.
Ia memastikan seluruh WNA yang berada di Aceh selama bencana masuk sesuai aturan keimigrasian yang berlaku. (*)



