Illiza turun langsung ke lapangan, bertemu warga di tenda pengungsian, menembus daerah terisolir yang belum banyak terjangkau bantuan.
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal telah menghabiskan tiga hari penuh di Aceh Tamiang melalui kegiatan bakti sosial bertajuk “Banda Aceh Peduli”. Wali kota yang akrab disapa Bunda Illiza ini rela menembus medan yang sulit.
Selama masa itu, Illiza turun langsung ke lapangan, bertemu warga di tenda pengungsian, menembus daerah terisolir yang belum banyak terjangkau bantuan. Illiza bahkan turut serta bersama petugas membersihkan tempat ibadah dan memberikan layanan kesehatan gratis.
Kegiatan “Banda Aceh Peduli” dimulai pada Sabtu (20/12/2025) di halaman kantor Bupati Aceh Tamiang, diikuti dengan apel yang dihadiri Sekda Kota Banda Aceh, Jalaluddin, seluruh asisten, kepala OPD, camat, dan rombongan relawan.
Dalam kesempatan itu, Illiza menyerahkan paket bantuan sembako serta peralatan kebersihan seperti sekop, kereta sorong, dan sepatu bot yang diterima langsung oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi.
Kegiatan pertama hari itu, Illiza bertemu warga di kamp pengungsian yang dibangun di atas jembatan Kuala Simpang. Di sana, Illiza menyalurkan paket sembako dan mendampingi tim relawan Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh yang memberikan layanan trauma healing kepada anak-anak terdampak.
Selanjutnya, Illiza dan rombongan melakukan pembersihan Masjid Al Khairiyah, membersihkan lumpur yang menggenangi halaman dan ruangan masjid. Setelah itu, mereka bergerak ke posko Kota Banda Aceh di Tualang Cut, Aceh Tamiang, di mana Illiza mendampingi petugas Dinas Kesehatan yang memberikan layanan kesehatan gratis kepada warga.

Pada hari kedua, Minggu (21/12/2025), Illiza memulai paginya dengan menyapa satriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darul Mukhlisin yang terkena dampak banjir. Ia terlihat sedih melihat sebagian kayu yang menumpuk di halaman pesantren hingga menutupi kali kecil, dan segera turut serta memindahkan kayu tersebut bersama relawan.
Usai itu, rombongan bergerak menuju Kampung Durian di Kecamatan Karang Baru – salah satu kawasan terdampak parah yang belum banyak bantuan mengalir. Kehadiran Illiza disambut hangat warga, yang menyatakan bahwa bantuan dari pemerintah dan masyarakat Kota Banda Aceh merupakan keberkahan bagi mereka.
Hari ketiga, Senin (22/12/2025), setelah mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian di kantor Bupati Aceh Tamiang, Illiza bergerak ke Gampong Meudang Ara di kecamatan yang sama. Warga di sana menyambut baik kedatangannya dan rombongan, menyampaikan terima kasih atas bantuan yang dibagikan serta mendoakan kepemimpinannya selalu diberkahi.

Berdasarkan data dari Dinas Penanggulangan Bencana Aceh Tamiang, banjir yang melanda daerah tersebut sejak minggu ke empat November 2025 telah mengakibatkan lebih dari 5.000 keluarga terlantar dan merusak ratusan hektare lahan pertanian.
Beberapa kawasan di Kecamatan Karang Baru dan Kuala Simpang masih sulit dijangkau kendaraan karena jembatan dan jalan rusak oleh arus air.
Gubernur Aceh Muzakir Manaf sebelumnya telah menyatakan bahwa pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan pemerintah kota dan kabupaten untuk mempercepat distribusi bantuan, terutama ke daerah terisolir.
Selain bantuan dari Banda Aceh, beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan perusahaan swasta juga telah mulai mengalirkan bantuan seperti makanan, obat-obatan, dan bahan bangunan sementara.
Petugas penanggulangan bencana menyatakan bahwa kebutuhan warga masih sangat besar, terutama terkait akses air bersih dan perawatan kesehatan jangka panjang bagi korban yang mengalami trauma. (*)



