Sabtu, Agustus 30, 2025
spot_img
BerandaAcehAsap Kembali Mengepul di Bumi Aceh

Asap Kembali Mengepul di Bumi Aceh

Di tengah kobaran api yang mengganas di Bakongan saat ini, tim gabungan dari berbagai instansi berjuang tanpa lelah.

Asap menyelimuti langit Aceh, dan nyala api tampak memerah. Di Kecamatan Bakongan, Aceh Selatan, api melahap hutan dan lahan tanpa ampun. Dalam tujuh hari terakhir, 72 hektare telah menjadi arang, menyisakan duka bagi alam dan warga sekitar. Tragedi ini menambah panjang daftar luka akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh.

Kita tentu masih ingat bagaimana pada tahun 2023, karhutla melanda wilayah Nagan Raya dan menghanguskan lebih dari 500 hektare lahan gambut. Setahun sebelumnya, di tahun 2022, kebakaran serupa terjadi di Aceh Timur, merusak ekosistem dan mengancam kesehatan masyarakat.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menunjukkan bahwa karhutla telah menjadi ancaman serius bagi provinsi ini dalam beberapa tahun terakhir.

Di tengah kobaran api yang mengganas di Bakongan saat ini, tim gabungan dari berbagai instansi berjuang tanpa lelah. BPBA melaporkan, berkat kegigihan mereka, hampir separuh lahan yang terbakar berhasil dikendalikan. Namun, tantangan menghadang: sumber air yang terbatas, medan sulit dijangkau dan angin kencang yang mempercepat laju api.

Tiga desa di Kecamatan Bakongan—Gampong Ujong Mangki, Padang Beurahan, dan Ujung Padang—terkepung asap tebal, mengganggu kesehatan dan aktivitas warga. Di tengah kesulitan ini, harapan datang dari langit. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirim helikopter Black Hawk, dan siap membombardir api dengan waterbombing. Koordinasi antara tim udara dan darat menjadi kunci untuk memenangkan “pertempuran” ini.

Namun, memadamkan api hanyalah solusi sementara. Mencegah karhutla adalah langkah yang lebih mendasar. Pemerintah daerah dan masyarakat harus bersinergi, melakukan patroli rutin, memberikan penyuluhan tentang bahaya karhutla, dan menindak tegas pelaku pembakaran lahan.

Lebih dari itu, kita perlu mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air di wilayah rawan karhutla. Salah satunya infrastruktur pengairan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan sebagai kunci untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.

Kebakaran di Aceh Selatan adalah alarm bagi kita semua. Menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab setiap individu. Dengan kesadaran dan tindakan nyata, kita berharap dapat melindungi bumi Aceh dari amukan api. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER