Kutacane (Waspada Aceh) – Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Tenggara per Senin (12/10/2026) pukul 12.00 WIB, sebanyak 350 kepala keluarga atau 1.387 jiwa terdampak bencana banjir yang menerjang kawasan di empat kecamatan.
Sementara itu, jumlah pengungsi masih dalam pendataan dan belum ada laporan korban jiwa. Empat kecamatan yang terdampak meliputi Ketambe, Lawe Bulan, Babussalam, dan Bambel.
Di Kecamatan Ketambe, tanah longsor terjadi di Desa Kati Maju. Material tanah dan lumpur menutup badan jalan nasional Kutacane–Blangkejeren sehingga menghambat arus lalu lintas dari kedua arah dan menyebabkan kemacetan panjang.
Sementara itu, di Kecamatan Lawe Bulan, tanggul Sungai Lawe Bulan di Desa Pulonas Baru jebol. Akibatnya, air sungai meluap dan menggenangi permukiman warga.
Dampak banjir juga terjadi di Kecamatan Bambel. Tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing dilaporkan jebol sepanjang kurang lebih 50 meter. Bahkan, tanggul yang sebelumnya telah ditutup kembali jebol sekitar pukul 23.00 WIB setelah hujan kembali mengguyur wilayah tersebut.
Banjir turut merendam lahan pertanian dan tanaman jagung milik masyarakat di Kecamatan Bambel dengan luas sekitar 75 hektare. Selain itu, ruas jalan nasional Kutacane–Medan, tepatnya di kawasan Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli, terendam air setinggi 30–50 sentimeter.
Gudang logistik BPBD dan fasilitas SMPIT Al Khansa juga dilaporkan terdampak genangan. Kondisi banjir di kawasan tersebut turut memicu aksi pemblokiran akses jalan nasional oleh masyarakat di Desa Terutung Seperai, yang berujung pada kemacetan panjang.
Dampak lainnya, intake sumber air bersih Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara dilaporkan hanyut akibat tergerus arus banjir.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Aceh Tenggara telah melakukan kaji cepat dan mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah lokasi terdampak untuk melakukan pendataan serta penanganan darurat.
Satu unit alat berat atau ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan di Desa Kati Maju. Petugas juga melakukan pengerukan dan pembersihan material kayu gelondongan yang menyumbat aliran air di jembatan Bailey Pulo Latong.
Selain itu, personel pemadam kebakaran BPBD membersihkan endapan lumpur di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung agar akses masyarakat dapat kembali digunakan.
Untuk menangani tanggul yang jebol dan dampak banjir, tiga unit alat berat turut dikerahkan, terdiri atas dua unit milik BPBD dan satu unit dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Alat berat tersebut digunakan untuk menutup tanggul, mengeruk material, serta melakukan normalisasi sungai di lokasi terdampak.
BPBD juga mendirikan tenda posko pengungsian di Desa Bambel Gabungan. Sementara itu, pemasangan karung pasir (sandbag) dilakukan di lokasi tanggul jebol di Sungai Lawe Bulan/Lawe Kisam, Desa Lawe Kihing, sebagai bagian dari upaya penanganan darurat.
Dalam laporan kondisi terakhir, BPBD Aceh Tenggara menyebutkan bahwa air banjir berangsur-angsur surut. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan, pendataan, dokumentasi, serta pelaporan terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Jumlah warga yang mengungsi masih menunggu hasil pendataan lebih lanjut. Penanganan juga terus dilakukan pada titik longsor, tanggul jebol, serta kawasan yang masih terdampak genangan.
BPBD Aceh Tenggara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat hujan dengan durasi panjang dan intensitas tinggi telah memicu banjir serta longsor di sejumlah wilayah. (m.yusuf)



