Banda Aceh (Waspada Aceh) – Musyawarah Besar (Mubes) perdana Jurnalis Ekonomi Aceh (JEA) menetapkan Zulkarnaini Masry atau Zoelmasry sebagai ketua organisasi tersebut dalam forum yang berlangsung di Banda Aceh, Sabtu (10/10/2026).
Mubes bertema “Kuat dalam Organisasi, Teguh dalam Independensi, Tajam Mengawal Ekonomi Aceh” itu menjadi momentum bagi JEA untuk memperkuat kapasitas jurnalis dalam menghasilkan pemberitaan ekonomi yang mendalam, berbasis data, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Ketua JEA, Andika Ichsan, mengatakan organisasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pemberitaan yang menjelaskan persoalan dan perkembangan ekonomi Aceh secara komprehensif.
Menurutnya, isu ekonomi perlu diangkat secara berjenjang agar pemberitaan tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membantu masyarakat memahami dampak kebijakan dan dinamika ekonomi.
“Banyak isu ekonomi nantinya akan kita gelar secara berjenjang, yang memberikan korelasi dan manfaat bagi banyak pihak, dengan tetap mempertimbangkan ekonomi yang berkeadilan,” kata Andika.
Sementara itu, Ketua JEA terpilih, Zoelmasry, mengatakan pembentukan organisasi tersebut dilatarbelakangi kebutuhan untuk memperkuat peliputan ekonomi, terutama dalam mengolah data dan menyajikan analisis yang mendalam.
Ia menilai, perkembangan ekosistem media di Aceh perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pemberitaan ekonomi, termasuk kemampuan jurnalis menguji data dari instansi terkait dan menghubungkannya dengan kondisi yang dialami masyarakat.
“Yang belum maksimal seperti data-data yang mendalam sehingga hadirnya kami bisa menjawab setiap data yang keluar dari instansi terkait,” ujar Zoelmasry.
Menurutnya, jurnalis tidak cukup hanya mengutip angka yang disampaikan pemerintah atau lembaga terkait. Data tersebut perlu ditelusuri, diverifikasi, dan ditempatkan dalam konteks yang tepat agar menghasilkan pemberitaan yang utuh.
Karena itu, JEA diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi jurnalis untuk meningkatkan kemampuan peliputan ekonomi, termasuk mengembangkan laporan mendalam atau indepth reporting.
Zoelmasry mengakui, pemahaman terhadap isu dan data ekonomi masih menjadi tantangan dalam menghasilkan pemberitaan yang komprehensif. Melalui organisasi tersebut, jurnalis diharapkan dapat saling berbagi pengetahuan dan memperkuat keterampilan jurnalistik.
“Wadah ini menjadi inisiatif untuk mendorong pertumbuhan dan keadilan ekonomi,” katanya.
Dewan Pendiri JEA, Aryos Nivada, menekankan pentingnya komitmen anggota dalam membangun dan mengembangkan organisasi. Menurutnya, keberlangsungan organisasi tidak cukup ditopang semangat saat pembentukan, tetapi membutuhkan kesungguhan dalam menjalankan tanggung jawab bersama.
Ia berharap JEA berkembang menjadi wadah profesional bagi jurnalis ekonomi di Aceh, sekaligus memperkuat independensi dan kualitas peliputan dalam mengawal kebijakan serta perkembangan ekonomi daerah.
Penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas jurnalis, menurut Aryos, perlu berjalan seiring dengan konsistensi menjaga independensi jurnalistik agar pemberitaan ekonomi tetap mengedepankan kepentingan publik. (*)



