BerandaAcehJKN Ringankan Beban Aqil Dampingi Ayah Jalani Perawatan

JKN Ringankan Beban Aqil Dampingi Ayah Jalani Perawatan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Berada di sisi orang tua yang tengah berjuang melawan penyakit tentu bukan perkara mudah. Apalagi ketika kondisi semakin memburuk dan harus menjalani perawatan intensif di ruang ICU.

Itulah yang pernah dilalui Aqil Al Muliza ketika mendampingi ayahnya menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Banda Aceh. Sang ayah menderita kolesterol dan tekanan darah tinggi hingga mengalami pecah pembuluh darah yang kemudian menyebabkan komplikasi.

Di tengah kekhawatiran akan kondisi kesehatan ayahnya, Aqil mengaku sedikit lebih tenang karena seluruh biaya perawatan ditanggung melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Beruntung sekali kami terdaftar dalam Program JKN. Jadi tidak khawatir memikirkan biaya. Apalagi sudah dirawat sampai berhari-hari. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, kami tidak sanggup membiayai perawatan ini,” kata Aqil saat ditemui Tim Jamkesnews.com di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Rabu (9/9/2026).

Aqil merupakan peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) PNS. Selama menjadi peserta, ia mengaku belum pernah menggunakan layanan JKN karena kondisi kesehatannya selama ini baik.

Namun, manfaat program tersebut benar-benar dirasakannya ketika sang ayah jatuh sakit dan membutuhkan perawatan serius.

“Selama saya menjadi peserta JKN sampai saat ini tidak pernah digunakan karena Alhamdulillah masih dalam keadaan sehat. Namun, saya sangat merasakan manfaat program JKN ini saat orang tua saya, khususnya ayah, menderita penyakit kolesterol, darah tinggi sampai pecah pembuluh darah sehingga harus dirawat intensif di ruang ICU karena sudah komplikasi,” ujarnya.

Hari-hari mendampingi ayah di rumah sakit menjadi pengalaman yang tidak mudah bagi Aqil. Selain harus menghadapi kondisi kesehatan orang tua yang terus menurun, keluarga juga harus bersiap menghadapi kemungkinan besarnya biaya pengobatan.

Namun, kekhawatiran tersebut setidaknya tidak bertambah karena biaya pelayanan kesehatan telah dijamin melalui JKN.

Meski pada akhirnya sang ayah meninggal dunia, Aqil berusaha menerima kepergian tersebut dengan tegar. Baginya, segala sesuatu telah menjadi kehendak Allah SWT.

Ia justru merasa bersyukur karena selama masa perawatan, ayahnya mendapat pelayanan kesehatan tanpa keluarga harus memikirkan biaya pengobatan.

“Saya sangat bersyukur pengobatan ayah saya ditanggung BPJS Kesehatan. Dalam artian sudah memberikan pelayanan gratis, sehingga dalam mendampingi orang tua saya berobat tidak perlu terbebani dengan biaya,” katanya.

Tak hanya soal pembiayaan, Aqil juga mengapresiasi pelayanan yang diterima ayahnya selama menjalani perawatan. Menurutnya, dokter dan perawat memberikan pelayanan dengan baik, sigap dan cepat memenuhi kebutuhan pasien.

“Pelayanan di rumah sakit tersebut bisa saya bilang bagus sekali karena semuanya dipermudah. Kemudian mulai dari dokter dan perawat di rumah sakit ini sangat baik, sigap dan cepat untuk memenuhi kebutuhan pasien. Intinya kami sangat bersyukur dan terbantu sekali,” ungkap Aqil.

Pengalaman tersebut membuat Aqil semakin menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Menurutnya, sakit tidak hanya menghadirkan kekhawatiran terhadap kondisi pasien, tetapi juga dapat menjadi beban besar bagi keluarga jika biaya pengobatan harus ditanggung sendiri.

Karena itu, ia berharap Program JKN dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.
“Saya berharap program JKN ini berkelanjutan sampai anak cucu, sehingga manfaat dan kemudahan yang sudah didapat selama ini dapat terus dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia,” jelasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER