BerandaBerita6 Tahun KKM, Perjuangkan Para Debitur Pertahankan Aset dari Mafia Lelang

6 Tahun KKM, Perjuangkan Para Debitur Pertahankan Aset dari Mafia Lelang

Medan (Waspada Aceh) – Komunitas Kredit Macet (KKM) merayakan hari jadi ke-6, menjadi momentum refleksi bagi para anggotanya yang pernah terjerat persoalan kredit agar terus bangkit dan saling menguatkan dalam melawan ketidakadilan terkait lelang aset.

Peringatan tersebut digelar bersamaan dengan acara buka puasa di Restaurant Royal Thamrin, Jalan HM Thamrin Medan, Rabu (11/3/2026), dengan tema “Jaya, Maju, Lancar dan Sukses Selalu”.

Acara dihadiri oleh Founder KKM So Tjan Peng, Sekjen KKM Sugandhi Makmur, Anggota DPRD Sumut Budi, SE, Ketua Forda UKM Sumut Sri Wahyuni Nukman, serta ketua forda dari berbagai daerah di Sumatera Utara beserta puluhan anggota dan pengurus KKM.

Dalam sambutannya, So Tjan Peng menyatakan bahwa KKM dibentuk sebagai upaya perlawanan terhadap ketidakadilan yang sering dialami pengusaha, terutama dari para “mafia lelang”, khususnya terkait lelang aset jaminan kredit yang dijual dengan harga sangat murah, jauh di bawah nilai pasaran.

“Tujuan saya membuat KKM ini untuk melawan ketidakadilan. Karena menurut saya banyak asset nasabah yang dilepas dengan harga sangat murah. Biasanya ada pihak yang bermain di situ,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menempuh jalur hukum bagi anggota yang merasa diperlakukan tidak adil. “Kalau kita melawan ketidakadilan itu bagaimana caranya? Ya kita bawa ke pengadilan. Di pengadilan kita mencari keadilan, bukan hanya kemenangan,” jelasnya.

Menurutnya, proses hukum bertujuan untuk memperoleh keadilan bagi pihak yang merasa dirugikan.

Hingga saat ini, KKM terus berkembang dengan jumlah anggota yang semakin bertambah. Namun, So Tjan Peng mengaku tidak pernah berharap pertambahan anggota tersebut, karena hal itu berarti semakin banyak orang yang mengalami kesulitan kredit.

“Saya sebenarnya tidak pernah berdoa agar anggota bertambah. Kalau anggota bertambah berarti makin banyak yang kreditnya macet,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa tidak semua anggota KKM sedang dalam kondisi kredit macet. Sebagian telah berhasil menyelesaikan persoalannya dan bahkan mengembalikan usaha mereka kembali ke jalur lancar.

“Di sini tidak semuanya kredit macet. Ada yang dulu macet tapi sudah selesai, ada yang masih macet, dan masih berjuang, ada juga yang usahanya sudah kembali lancar,” katanya.

Menurutnya, KKM bukan hanya wadah bagi debitur bermasalah, tetapi juga ruang untuk saling berbagi pengalaman dan mencari solusi bersama. Ia juga mengapresiasi kehadiran seluruh pihak yang mendukung perjalanan komunitas ini.

Sementara itu, Anggota DPRD Sumut Budi SE menilai keberadaan KKM sangat penting dan memiliki tugas mulia. “Kehadirannya sangat mulia, karena ada sekumpulan orang yang berpengalaman dan tidak pelit berbagi pengalamannya. Pendiri KKM sangat luar biasa,” ucapnya.

Ia menyatakan bahwa orang yang berada dalam kesulitan sangat membutuhkan wadah dan panduan, karena seringkali mereka tidak mengetahui proses penanganan masalah kredit dan menjadi target bagi pihak yang memiliki kepentingan tertentu.

“Langkah-langkah yang diberikan KKM dalam bentuk masukan, saran, dan edukasi menjadi pencerahan bagi masyarakat yang terjerat dan menjadi korban ketidakadilan,” jelasnya.

Budi juga menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi siapa pun untuk merasa malu ketika menghadapi persoalan usaha. “Setiap pengusaha pasti pernah melewati masa sulit dalam perjalanan bisnisnya. Saya sendiri sebagai anggota DPRD Sumut masih punya satu masalah, jadi bapak dan ibu jangan takut atau malu. Masalah bisnis pasti bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia mengaku optimis bahwa KKM menjadi bukti bahwa pelaku usaha yang pernah mengalami masalah kredit masih memiliki kesempatan untuk bangkit kembali. Sebagai contoh, ada pelaku usaha roti – yang pernah terancam kehilangan rumah akibat pembayaran kredit yang meningkat dengan denda berlipat, kemudian berhasil menghadapi masalah tersebut berkat dukungan dari KKM.

“Saya tanya dia, beraninya dari mana? Dia bilang karena ada KKM di belakangnya,” ceritanya.

Budi menyampaikan bahwa banyak anggota KKM yang kini mulai bangkit setelah melewati masa sulit dan optimistis jumlahnya akan terus bertambah. “Kita sudah melihat banyak anggota yang mulai bangkit. Saya yakin di ulang tahun ke-7 nanti akan semakin banyak lagi yang berhasil,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER