Jumat, Januari 9, 2026
spot_img
BerandaAceh388 Unit Huntara Aceh Tamiang Siap Huni, PLN Pastikan Listrik Terpasang

388 Unit Huntara Aceh Tamiang Siap Huni, PLN Pastikan Listrik Terpasang

Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Memperkuat komitmen pemerintah dalam pemulihan pascabencana, Danantara Indonesia secara resmi melakukan serah terima kunci rumah hunian sementara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari percepatan pembangunan infrastruktur dasar yang dikoordinasikan untuk menjamin kelayakan hidup masyarakat terdampak banjir bandang dan tanah longsor.

Prosesi penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan penyerahan kunci dilakukan oleh Managing Director Stakeholders Management Danantara, Rohan Hafas, kepada Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, pada Kamis (8/1/2025).

Penyerahan ini menandai dimulainya babak baru bagi ratusan keluarga untuk kembali menata kehidupan di hunian yang lebih layak, aman, dan terang.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, turut memberikan apresiasi atas sinergi cepat yang dilakukan di lokasi pengungsian. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan kepastian kenyamanan bagi para penyintas bencana melalui ketersediaan listrik yang mumpuni.

“Hari ini babak baru bagi para saudara-saudara kita pengungsi mulai beramai-ramai berpindah ke rumah yang sementara dan yang lebih lagi adalah sangat nyaman dengan listrik yang menyala,” ycapnya.

Bima Arya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak PLN yang bergerak dengan sangat cepat, bersinergi dengan semua sehingga warga bisa menikmati terangnya listrik di tempat pengungsian sementara yang ada.

Sinergi pembangunan ini didukung penuh oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Distribusi (UID) Aceh yang telah merampungkan infrastruktur kelistrikan di seluruh zona hunian. Hingga saat ini, sebanyak 268 dari total 388 unit hunian telah teraliri listrik dengan total daya terpasang mencapai 219 kVA.

Bupati Aceh Tamiang, Irjen. Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas dedikasi petugas di lapangan dalam menerangi wilayah terdampak.

“Terima kasih Pak PLN sudah menyalakan lampu-lampu yang ada di desa warga dan teruslah berbuat,” ungkapnya.

General Manager PLN UID Aceh, Eddi Saputra, menegaskan bahwa kehadiran listrik adalah kunci utama pemulihan produktivitas warga. PLN siap membangun infrastruktur andal meliputi 3 unit trafo (total kapasitas 600 kVA), 59 batang tiang, serta 18.846 meter jaringan kabel dan 373 kWh meter.

“Kami menyiagakan 126 personel di lokasi, kami pastikan seluruh infrastruktur kelistrikan di Huntara Aceh Tamiang beroperasi maksimal agar masyarakat merasa aman dan nyaman saat memulai kembali aktivitas sehari-hari,” jelas Eddi Saputra.

Faktor keamanan menjadi perhatian utama bagi warga. Bambang Eriyetno, salah satu penghuni Huntara, mengungkapkan rasa syukurnya karena kini tidak lagi bergantung pada lilin.

“Awalnya kami tinggal di tenda dengan perasaan was-was, karena sudah pernah ada kejadian tenda pengungsi terbakar akibat penggunaan lilin. Sekarang dengan listrik PLN, saya merasa jauh lebih aman,” tuturnya.

Senada dengan itu, Audra Syafitri (41), ibu dengan enam anak, mengaku bersyukur atas pemberian token listrik gratis selama 6 bulan ke depan.

“Ini sangat membantu kami untuk bangkit. Dengan listrik ini, saya bisa mencoba membuka usaha berjualan es batu kembali untuk menyambung hidup keluarga,” ungkap Audra. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER