Selasa, Maret 5, 2024
Google search engine
Beranda3 Oknum TNI AD yang Buang Jenazah Imam Masykur di Waduk Jatiluhur...

3 Oknum TNI AD yang Buang Jenazah Imam Masykur di Waduk Jatiluhur Sudah Ditangkap

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya berhasil menangkap tiga oknum personel TNI AD yang terlibat dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Imam Masykur, seorang warga Aceh.

Menurut keterangan Komandan Pomdam Jaya, Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar, korban Imam Masykur awalnya dibuang di waduk di jembatan Purwakarta. Kemudian jenazah korban ditemukan pada tanggal 15 Agustus di sungai daerah Karawang. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD oleh pihak kepolisian.

“Korban dibuang di waduk Purwakarta. Kemudian hanyut, pada 15 Agustus ketemu di sungai di daerah Karawang. Kemudian ditemukan polisi dan dibawa ke RSUD,” jelas Kolonel Cpm Irsyad Hamdie Bey Anwar, Senin (28/8/2023).

Irsyad menjelaskan bahwa tiga tersangka yang ditangkap berasal dari satuan yang berbeda di TNI AD. Tersangka utama, Praka RM, adalah anggota Batalyon Pengawal Protokoler Kenegaraan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Irsyad juga menyebutkan bahwa kedua tersangka lainnya adalah Praka HS dari Direktorat Topografi TNI AD (Dittopad) dan Praka J dari Kodam Iskandar Muda (IM).

Ketiganya diduga terlibat dalam pembuangan jasad korban ke jembatan di Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Kejahatan ini terungkap setelah hasil autopsi jasad korban memberikan petunjuk kepada pihak berwenang bahwa pelaku adalah anggota TNI AD aktif.

Irsyad menegaskan bahwa meskipun Praka RM berasal dari satuan Paspampres, ia tidak memiliki keterlibatan langsung dalam menjaga Presiden Jokowi atau Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin. Pomdam Jaya akan melakukan penyelidikan yang intensif terhadap ketiganya karena telah terlibat dalam tindak pidana berat.

Saat ini, ketiga tersangka telah ditahan di sel Pomdam Jaya dan sedang menjalani pemeriksaan mendalam. Terkait informasi Praka J yang bertugas di Provinsi Aceh, Irsyad menyatakan bahwa yang bersangkutan berada di Jakarta pada saat kejadian. Namun, aktivitas Praka J di Ibu Kota yang berhubungan dengan kasus ini tidak dijelaskan secara rinci. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments