Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
Beranda22 Wartawan Jalani Isolasi setelah Wali Kota Bogor Positif Corona

22 Wartawan Jalani Isolasi setelah Wali Kota Bogor Positif Corona

Jakarta – Sedikitnya 22 jurnalis menjalani isolasi setelah Wali Kota Bogor, Bima Arya, dilaporkan positif terinfeksi virus Corona atau COVID-19. Pasalnya, para wartawan tersebut beberapa hari sebelumnya mengikuti konferensi pers bersama wali kota.

Atas kejadian itu, Tim Advokasi PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kota Bogor menuntut Wali Kota Bogor, Bima Arya, untuk menanggung biaya penanganan medis para jurnalis yang kini berstatus ODP (orang dalam pemantauan) tersebut.

“Kami tim Advokasi PWI Kota Bogor mendesak Pemerintah Kota Bogor dalam hal ini Wali Kota Bogor untuk bertanggung jawab terhadap penanganan medis sepenuhnya soal kondisi kesehatan para jurnalis yang telah melakukan jumpa pers dengan wali kota,” jelas Tim Advokasi Kota Bogor, Bagus Harianto, sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (21/3/2020).

Sebelum temu pers, Bima Arya pada Senin (16/3/2020) diketahui berstatus ODP, sepulangnya Bima dari kunjungan kerja ke Turki dan Azerbaijan selama sepekan.

Ketua PWI Kota Bogor Aritha Utama Surbakti dalam keterangannya menuturkan, jumpa pers pada Senin 16 Maret 2020 yang dilakukan Bima Arya tidak sesuai protokoler kesehatan.

“Seharusnya setelah kepulangan dari luar negeri dan dinyatakan sebagai ODP, Bima Arya membatasi diri tidak berjumpa dengan banyak orang, termasuk wartawan,” kata Ari, Minggu (22/3/2020).

Menurutnya, kegiatan jumpa pers di kediaman Bima atas undangan Humas Pemkot Bogor tersebut, dinilai tidak sesuai dengan protokoler kesehatan yang berlaku.

“Tidak mengindahkan faktor keamanan pada saat jumpa pers pada hari Senin tanggal 16 Maret 2020, Bima Arya tidak menggunakan masker,” tambahnya.

Sementara Kabag Prokompim Pemkot Bogor, Rudiana, membatah jumpa pers dengan wali kota atas inisiasi Pemkot. Dia menuturkan, Humas Pemkot Bogor tidak pernah mengundang acara konferensi pers Wali kota Bogor di kediaman pribadi (pendopo) Wali kota Bogor.

“Wawancara antara wali kota Bogor dengan beberapa wartawan pada waktu itu adalah atas permintaan wartawan itu sendiri di tengah waktu istirahat wali kota setelah melakukan perjalanan panjang dari luar negeri,” jelas Rudi, sebagaimana dikutip dari beritasatu.com. (**)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER