Beranda Aceh Bupati Aceh Jaya Respon Kisruh Mubes Ipelmaja Banda Aceh

Bupati Aceh Jaya Respon Kisruh Mubes Ipelmaja Banda Aceh

BERBAGI
Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB. (Foto/Zammil)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Enam dari sembilan paguyuban kecamatan melayangkan surat audiensi kepada Bupati Aceh Jaya terkait penolakan Musyawarah Besar (Mubes) ke 8 Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (IPELMAJA) Banda Aceh.

Surat yang ditembuskan untuk Forkopimda Aceh Jaya tersebut juga melampirkan petisi penolakan yang ditandatangani langsung para ketua dari 6 paguyuban kecamatan itu.

Koordinator 6 Paguyuban Kecamatan Kabupaten Aceh Jaya, M. Ilham Mansuridi mengungkapkan, surat tersebut telah disampaikan ke Pemerintah Aceh Jaya dan tembusannya juga telah disampaikan untuk Forkopimda setempat.

“Kami sudah memasukkan surat audiensi dengan Bupati Aceh Jaya pada Selasa 16 Februari 2021. Surat tersebut juga dilampirkan petisi penolakan Mubes Ipelmaja Banda Aceh dan kami masukkan melalui bagian umum Sekdakab,” ujar Ilham, Rabu pagi (17/2/2021).

“Dengan adanya audiensi ini, bupati dapat mendengarkan dasar penolakan yang dilakukan 6 paguyuban kecamatan. Kami berharap, saat audiensi juga dihadiri Forkopimda, sehingga semua pihak mendengar kronologi yang kami paparkan,” lanjutnya.

Berita terkait: Hanya Diikuti 3 dari 9 Kecamatan, Mubes Ipelmaja Banda Aceh Dinilai Cacat Hukum

Sementara itu Bupati Aceh Jaya, T. Irfan TB, mengakui jika dia belum menerima laporan apa pun terkait hasil Musyawarah Besar ke 8 Ikatan Pelajar Mahasiswa Aceh Jaya (Ipelmaja) Banda Aceh.

“Hasil Mubes Ipelmaja belum ada informasi kepada kami dan kami juga menunggu hasil dari panitia pelaksana terhadap pelaksanaan Mubes itu,” ujar bupati saat dikonfirmasi wartawan di komplek Panti Asuhan Gerbang Raja, Desa Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, Aceh Jaya, Rabu siang (17/2/2021).

“Saya fikir, karena telah terbentuk panitia dan Steering Committee (SC), jadi menunggu itu. Bila nanti ada surat yang masuk, terkait Mubes, maka akan kita pelajari bersama,” lanjutnya.

Bupati berharap agar mahasiswa di Aceh Jaya bersatu dikarenakan Ipelmaja merupakan mitra kerja dari pemerintah.

“Mari sama-sama kita bersatu, apa lagi adek mahasiswa adalah pemuda-pemuda kita. Mari berfikir positif, tidak ada saling menjatuhkan,” ujar bupati.

Dia mengimbau kepada mahasiswa bila ada kejanggalan dalam pelaksanaan Mubes atau hal-hal lain, maka perlu duduk bersama dan menyelesaikan persoalan tersebut.

“Adek-adek mahasiswa dari berbagai paguyuban, mulai dari Pasie Raya hingga Jaya, perlu duduk bersama bila ada silang pendapat saat pelaksanaan Mubes. Sehingga hasilnya akan memuaskan,” ujar bupati.

“Jangan nanti lahir versi-versi lagi. Mubes I, Mubes II atau Mubes tandingan. Itu yang tidak kita harapkan. Mudah-mudahan, adek-adek kita bersatu. Pada dasarnya adalah sama, semua mahasiswa paguyuban kecamatan bersatu di Ipelmaja. Jika ada aspirasi, sampaikan kepada kami di pemerintah daerah, nanti kami akan bahas bersama,” tambahnya.

Bupati kembali mengungkapkan jika pemerintah daerah tidak mengintervensi mahasiswa atas pelaksanaan Mubes tersebut.

“Kita telah menyerahkan sepenuhnya kepada adek-adek mahasiswa. Kita tidak mengintervensi. Cuma kita lihat hasilnya,” pungkas bupati. (Zammil)

BERBAGI