Beranda Olahraga 4 Atlet Squash Berlatih di Jakarta dan Jawa Barat

4 Atlet Squash Berlatih di Jakarta dan Jawa Barat

BERBAGI
Pengurus Persatuan Squash Indonesia (PSI) Aceh bersama kepengurusan PSI Kota Banda Aceh usai pelantikan di Banda Aceh, Sabtu (13/2/2021). (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada): Empat atlet squash Aceh berlatih di Jakarta dan Jawa Barat. Latihan ini dalam rangka persiapan mengikuti berbagai kejuaraan cabang olahraga tenis dinding tersebut

Ketua PSI (Persatuan Squash Indonesia) Aceh, Husaini Jamil, di Banda Aceh, Sabtu (13/2/2021), mengatakan, pengiriman atlet tersebut merupakan program pemusatan latihan daerah (pelatda) yang didukung sepenuhnya KONI Aceh.

“Pengiriman empat atlet tersebut, seorang berlatih di Jakarta dan tiga orang di Sumedang, Jawa Barat. Dipersiapkan memperkuat Aceh di berbagai kejuaraan squash nantinya. Mereka ditangani pelatih di di tingkat nasional,” kata Husaini Jamil.

Pernyataan tersebut disampaikan Husaini Jamil usai melantik kepengurusan PSI Kota Banda Aceh yang diketuai Zikrurahmat dan Zulheri sebagai sekretaris umum.

Husaini menyebutkan, squash baru berkembang di Aceh, kendati cabang olahraga tersebut sudah ada sejak abad 18. Squash baru dikembangkan di Aceh dalam waktu setahun terakhir sejak dibentuknya kepengurusan PSI Aceh.

Menurut Husaini, kendati baru setahun, Aceh sudah memiliki belasan atlet, empat di antaranya berlatih di Pulau Jawa. Selebihnya berlatih di Banda Aceh. Dan Aceh juga sudah memiliki lapangan squash di kampus STIKP BBG di kawasan Rukoh, Banda Aceh.

“Kami mengapresiasi STIKP BBG Banda Aceh yang turut mendukung pengembangan olahraga squash di Provinsi Aceh. Kami suap mempersembahkan medali emas untuk Aceh pada PON 2024 mendatang, di mana Aceh dan Sumatera Utara menjadi tuan rumah,” kata Husaini.

Husaini mengatakan banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan squash di Aceh. Selain atlet, juga pelatih, serta lapangan. Untuk pelatih, PSI Aceh akan mengirimkan sejumlah pelatih ke Jakarta.

“Pengiriman pelatih ini merupakan program PSI Aceh tahun ini. Tanpa pelatih, tentu sulit mengembangkan olahraga squash di Aceh. Kami berharap para pelatih tersebut mampu melahirkan atlet squash berprestasi,” kata Husaini.

Husaini menyebutkan pihaknya juga berupaya membangun lapangan squash di seluruh Aceh. Pembangunan ini tentu harus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, terutama pemerintah daerah.

“Kami juga sudah membentuk 17 pengurus cabang. Dengan pembentukan pengurus cabang tersebut diharapkan pengembangan olahraga squash bisa lebih cepat, sehingga melahirkan atlet yang dapat memperkuat Aceh pada PON 2024,” kata Husaini. (Ris)

BERBAGI