Beranda Tausiah Meski Miliki Keterbatasan, Imran Sukses Hafal 30 Juz Al-Quran

Meski Miliki Keterbatasan, Imran Sukses Hafal 30 Juz Al-Quran

BERBAGI
Para santri Ma'had As-Sunnah sedang menyetorkan hafalannya kepada ustadz Taufiq Abu Aufa selaku penguji, di Masjid Pesantren Ma'had As-Sunnah. Jl.Komplek Cempaka Gampong Lamblang Trieng, Kecamatan Darul Imarah Lampeunerut, Aceh Besar. (Foto/Fanz)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Imran Bin Junaidi Abu Zaid, 15, salah satu santri Ma’had As-Sunnah, meski memiliki sedikit keterbatasan dalam berkomunikasi karena gagap saat berbicara, nyatanya sukses menghafal 30 juz Al-Quran.

Sebelum masuk pesantren Ma’had As-sunnah, Imran sekolah di SDIK Imam An-Nawawi Banda Aceh. Dia berdomisili sekitar pesantren Ma’had, yaitu di komplek Cempaka Gampong Lamblang Trieng, Kecamatan Darul Imarah Lampeunerut, Aceh Besar.

Kepada Waspadaaceh.com, Imam, selaku pengurus santri tahfidz di Masjid Pesantren Ma’had As-Sunnah, Senin(8/2/2021), mengatakan bahwa Imran merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Kata Imam, ada empat saudara Imran yang mondok di pesantren tersebut, namun hanya Imran yang sudah berhasil menghafal Al-Quran 30 juz, dan sudah syahadah.

Imran merupakan santri yang paling cepat dalam menghafal dan menyetorkan hafalannya dibanding santri lain. Minimal 2 juz bahkan lebih setiap bulannya.

Jadwal hafalan mulai dari jam 04.00 WIB pagi. Persiapan, dan mulai menghafal, kemudian menyetor hafalan setelah shalat subuh. Diselingi waktu jeda isoma hingga pukul 09.30 WIB, malam dilanjutkan dengan istirahat tidur.

“Dalam proses menghafal Imran sangat luar biasa. Dia anak yang rajin dan termasuk santri tercepat dalam proses hafalan. Oleh orang tuanya, pada Imran sudah ditanamkan kecintaannya terhadap Al-Quran sejak usia dini,” jelas Imam.

Satu harinya Imran wajib setor minimal satu juz kepada ustadz Taufiq Abu Aufa, selaku penguji hafalan para santri. Pada hari Senin (8/2/2021), Imran sudah berhasil menyetor 30 juz Al-Quran kepada Ustadz Taufiq, di masjid yang ada di pesantren Ma’had As-Sunnah.

Ustadz Azhari Abu Abdirrahman, selaku pimpinan Pesantren Ma’had As-Sunnah menyampaikan bahwa Pesantren Ma’had As-Sunnah sudah berdiri sejak tahun 2003. hingga sekarang tahun 2021 untuk total santriwan berjumlah 180 orang, dan santriwati 40 orang.

“Tujuan dari Pesantren Ma’had As-Sunnah sendiri yaitu khusus untuk penghafal serta mengamalkan Al-Quran, bukan untuk perlombaan,” tegasnya. (Fanz)

BERBAGI