Beranda Tulisan Feature Corona Belum Berakhir, Terminal Batoh Sepi, Omset Bus Aceh – Medan Anjlok...

Corona Belum Berakhir, Terminal Batoh Sepi, Omset Bus Aceh – Medan Anjlok 70 Persen

BERBAGI
Keadaan di Terminal Bus Batoh, Banda Aceh, tampak lengang, nyaris tak ada penumpang yang menunggu. (Foto/Kia Rukiah)

“Pandemi telah memukul kami, menurunkan pendapatan kami. Selama pandemi penumpang tidak perlu dibatasi harus 50 persen, karena jumlah penumpangnya bahkan tidak sampai 50 persen”

—————-

Tampak beberapa agen travel bus sedang menunggu penumpang. Ada yang sedang berdiri, ada juga yang duduk hingga berjam-jam, berharap penumpang yang tak pasti. Satu dua agen, terlihat pula berlari mengejar pendatang di gerbang terminal, padahal mereka belum tentu calon penumpang bus.

Begitulah suasana yang terlihat di Terminal Bus Batoh, Kota Banda Aceh. Sepi penumpang. Padahal terminal ini menjadi pusat bagi bus jarak jauh, Banda Aceh – Medan. Sebelum pandemi COVID-19, terminal ini hiruk-pikuk. Aktivitasnya padat karena banyak penumpang bepergian. Tidak seperti sekarang ini, begitu lengang.

“Sudah jam segini belum ada penumpang. Keadaan kami sudah hampir setahun seperti ini,” kata T.Musafir MK, 58, agen salah satu bus di Terminal Batoh, awal Februari 2021.

Ketika Waspadaaceh.com datang ke terminal ini, Musafir yang berdiri di gerbang utama terminal itu tiba-tiba berteriak; “Medan.. Medan..Medan.” Dia pun lantas menawarkan tiket kepada jurnalis yang dikiranya akan bepergian.

Tampak raut wajahnya yang sedikit kecewa. Sejak pagi sampai siang, belum ada tanda-tanda calon penumpang. Itu berarti dia tidak memperoleh persenan, karena tak ada tiket bus yang terjual. Tak ada uang yang akan dibawa pulang untuk keluarganya.

“Pandemi telah memukul kami, menurunkan pendapatan kami. Selama pandemi penumpang tidak perlu dibatasi harus 50 persen, karena jumlah penumpangnya bahkan tidak sampai 50 persen. Dan para penumpang dengan sendirinya menjaga jarak,” cetus agen lainnya, menjawab pertanyaan tentang pembatasan tempat duduk karena pandemi COVID-19.

Dampak pandemi COVID-19 memang begitu besar. Jumlah penumpang bus dan mini bus mengalami penurunan drastis. Bila biasanya perhari, mereka bisa menjual 36 tiket (untuk 36 penumpang), kini sejak pandemi mereka hanya bisa menjual lima hingga enam tiket saja.

Seorang agen terlihat berdiri, sedang menunggu penumpang di Terminal Batoh. (Foto/Kia Rukiah)

Salah satu petugas penjualan tiket bus di Terminal Batoh, Novida Salianti, kepada Waspadaaceh.com mengatakan, dampak covid sangat berimbas terhadap pendapatan para sopir dan karyawan lainnya.

“Biasanya bus kita, penumpangnya penuh. Tapi setelah adanya pandemi, banyak sopir yang terimbas ekonominya, bahkan ada yang sampai dirumahkan (diberhentikan),” kata dia.

Meski penumpang sedikit, para agen berusaha untuk tetap bertahan. Ada kalanya mereka berbagi penumpang dengan bus lain. Bila penumpangnya hanya beberapa orang, maka ditransfer ke bus yang lain yang penumpangnya lebih banyak, walau dengan bus berbeda merek dan perusahaan.

“Uang minyak dari Banda Aceh ke Medan bisa sampe 2 juta. Sedangkan penumpang kami cuma berkisar 1-5 orang saja. Jadi kita alihkan ke bus lain yang penumpangnya lebih banyak,” kata seorang agen.

Perusahaan Bus Tertekan

Ketua Organda (Organisasi Angkutan Darat) Aceh, H. Ramli, mengatakan, selama pandemi virus Corona, perusahan transportasi sangat terdampak, karena terjadi penurunan jumlah penumpang hingga 70 persen.

Ketua Organda (Organisasi Angkutan Darat) Aceh, H. Ramli. (Foto/Ist)

Pengoperasian bus travel Banda Aceh – Medan, selama pandemi mendapat tekanan berat. Banyak perusahan lain juga kena imbasnya, hingga transportasi tidak jalan.

“Padahal transportasi adalah urat nadi perekonomian. Jika transportasi tidak jalan maka berpengaruh di segala bidang, termasuk ekonomi,” kata Ramli kepada Waspadaaceh.com di kantornya di Banda Aceh, Selasa (2/2/2021).

Awal pandemi, kata Ketua Organda Aceh itu, protokol kesehatan tetap dijalankan seperti pengecekan suhu tubuh, masker dan jaga jarak. Tapi sekarang hal ini tidak diterapkan lagi karena secara otomatis penumpang akan ada jarak, karena jumlah penumpang yang sedikit,” ujarnya. (Kia Rukiah)

BERBAGI