Beranda Profil Atlet Catur Aceh Asal Bireuen Promosi Gelar Doktor

Atlet Catur Aceh Asal Bireuen Promosi Gelar Doktor

BERBAGI
Dr. Mukhlis Ali, SE. MSi, tercatat sebagai atlet catur Aceh berprestasi yang tidak pernah absen mewakili daerah asalnya, Kabupaten Bireuen, dalam setiap ajang perhelatan PORDA yang sekarang berganti nama PORA (Pekan Olahraga Aceh). (Foto/Ist)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Salah satu atlet catur Aceh asal “Kota Juang,” Bireuen, Provinsi Aceh, menyandang promosi gelar Doktor setelah menyelesaikan studi S-3 dengan predikat kelulusan sangat memuaskan.

Dr. Mukhlis Ali, SE. MSi, tercatat sebagai atlet catur Aceh berprestasi yang tidak pernah absen mewakili daerah asalnya, Kabupaten Bireuen, dalam setiap ajang perhelatan PORDA yang sekarang berganti nama PORA (Pekan Olahraga Aceh).

Mukhlis Ali meraih promosi gelar doktor, merupakan salah seorang lulusan ke 66 pada Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

Dalam tesisnya di hadapan komisi sidang promosi doktor di Unsyiah, Selasa (26/1/2021), Mukhlis menawarkan gagasan berpikir dalam rangka mengevaluasi tentang bagaimana peningkatan bargaining power (kekauatan tawar-menawar) harga biji kakao Indonesia di pasar dunia.

Ide tersebut mampu dijelaskan secara lugas oleh dosen tetap Universitas Al Muslim (UMUSLIM) Bireuen ini, melalui pendekatan model kurva yang didesain berdasarkan interpretasi hasil temuan penelitian disertasinya.

Menurutnya, usaha tani kakao Indonesia mempunyai potensi penguasaan pasar yang lebih luas bila dilihat dari sisi kemampuannya dalam mewujudkan keseimbangan jangka panjang.

Integrasi pasar antara harga biji kakao Indonesia dengan dunia masih konsisten pada berbagai kondisi ekonomi, meskipun saat ini harga yang diterima petani relatif rendah terhadap harga dunia, jelasnya

Namun, Mukhlis meyakinkan bahwa perbedaan tersebut dapat diatasi semaksimal mungkin dengan cara memperbaiki sekaligus meningkatkan peran tiga aspek penting.

Ketiga asfek tersebut, lanjutnya, yaitu peran sumber daya manusia terutama rumah tangga petani kakao, peran kelembagaan serta peran inovasi dan inisiatif pengetahuan.

Sehingga diharapkan, bargaining power biji kakao Indonesia menjadi lebih kuat pada waktu menghadapi gangguan ketidakpastian pasar di masa yang akan datang, demikian papar atlet catur potensial ini.

Mukhlis Ali menyampaikan desertasinya di hadapan Prof. Dr. Raja Masbar, M.Sc, dan dua orang Co-Promotor, masing-masing Dr. Sofyan Syahnur, SE, M.Si dan Prof. Dr. M. Shabri, SE., M.Ec serta ikut diuji salah seorang pakar ekonomi Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Samsurijal, A.K, Ph.D.

Mukhlis dinyatakan sangat layak dan membanggakan sebagai suatu hasil riset primer dan skunder, sebut Ketua Sidang Terbuka Promosi Doktor, Prof. Dr. Ir. Marwan. (T.Ardiansyah)

BERBAGI