Beranda Info Aceh Jaya Komisi C DPRK Aceh Jaya Tinjau Pot Bunga Retak di Pagar Tsunami...

Komisi C DPRK Aceh Jaya Tinjau Pot Bunga Retak di Pagar Tsunami Park

BERBAGI
Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Fitri Maya Lisa, bersama anggota saat meninjau pagar dan boks sebagai pot bunga yang retak pada lanjutan pembangunan pagar taman tsunami di Calang, Kamis (21/01/2021). (Foto/Zammil)

Calang (Waspada Aceh) – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya meninjau boks bunga (pot bunga) yang retak pada lanjutan pembangunan pagar Tsunami Park (Taman Tsunami) di Calang, Kamis (21/01/2021).

Peninjauan pekerjaan lanjutan pembangunan tahap dua dengan nilai kontrak Rp1.059.216.742 tersebut dipimpin langsung oleh ketua Komisi C, Fitri Maya Lisa, bersama anggota, Samsuddin Yahya, Usmad ID, Hanasri dan Muslim.

“Peninjauan ini kami lakukan berdasarkan informasi masyarakat dan adanya pemberitaan di media online tentang keretakan di bagian boks (pot bunga) pada lanjutan pembangunan pagar taman tsunami,” ujar Usman ID, Anggota Komisi C DPRK kepada Waspadaaceh.com.

Dia menjelaskan, sesudah melihat kontrak kegiatan, pekerjaan tersebut masih dalam tahapan pemeliharaan oleh pihak rekanan.

“Jadi, kami menyarankan kepada pihak rekanan untuk segera memperbaiki keretakan tersebut sebelum habis masa pemeliharaan. Karena kami menduga, penyebab keretakan terjadi akibat kurang padatnya tanah dasar pada pot bunga tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, lanjutnya, selaku lembaga pengawasan, DPRK akan menyampaikan kepada rekanan untuk memperbaiki adanya keretakan pada pekerjaan tersebut sebelum masa pemeliharaan berakhir.

“Tapi setelah kami menyampaikannya, tidak ditindaklanjuti, kami selaku lembaga pengawasan lepas dan mengarahkan sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.

Senada, Ketua Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya, Fitri Maya Lisa, mengharapkan agar pihak rekanan segera memperbaiki adanya keretakan pada pekerjaan sebelum habis masa pemeliharaan berakhir.

“Dari 24 boks (pot) pekerjaan, kita mendapat 16 boks pekerjaan yang mengalami keretakan,” ujarnya.

Maya menjelaskan, pelaksanaan pekerjaan tersebut telah sesuai dengan kontrak pekerjaan. Dia menjelaskan, dalam kontrak pekerjaan bagian kegiatan pot bunga tidak ada pembesian.

“Bedasarkan hasil peninjauan ini, kami menilai jika kesalahan bukan dari pelaksana saja. Tetapi juga kondisi alam yang labil, sehingga yang telah lama dikerjakan tidak lagi sesuai dengan kondisi saat pekerjaan dilakukan,” terangnya.

“Untuk proses pelaksanaan pekerjaan ini hendaknya dinas teknis dapat meninjau kembali dokumen perencanaan sebagai bahan evaluasi di kemudian hari,” tutupnya.

Sementara itu, Azaman, selaku rekanan saat dikonfirmasi Waspadaaceh.com mengungkapkan, pihaknya berjanji akan memperbaiki keretakan di bagian boks (pot bunga) pada lanjutan pembangunan pagar taman tsunami atau tsunami park.

“Kami dari pihak rekanan berjanji dan komit untuk memperbaiki adanya keretakan tersebut dan akan kami selesaikan sebelum berakhirnya masa pemeliharaan,” ujarnya. (Zammil)

BERBAGI