Beranda Wisata & Travel Pantai Lampu’uk, Lokasi Wisata dan Kontroversi di Kala Pandemi

Pantai Lampu’uk, Lokasi Wisata dan Kontroversi di Kala Pandemi

BERBAGI
Para pengunjung meramaikan Pantai Lampu'uk di Aceh Besar, pada Minggu (17/1/2021). (Foto/Fanz)

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pantai Lampu’uk di Kabupaten Aceh Besar masih menjadi lokasi wisata menarik bagi wisatawan karena keindahan alamnya. Namun di sisi lain, banyak pengunjung tidak mematuhi protokol kesehatan di tengah wabah pandemi COVID-19 saat ini.

Beberapa pengunjung tampak abai menjaga jarak atau menggunakan masker karena alasan risih atau belum terbiasa. Seperti dituturkan Niar, seorang pengunjung asal Desa Keutapang, Aceh Besar. Dia mengaku risih mengenakan masker.

“Iya, seperti yang kita lihat masyarakat Aceh banyak yang tidak mematuhi protokol, seperti giat menggunakan masker. Saya sendiri juga terkadang tidak memakainya karena merasa risih dan belum terbiasa,” jelas wanita 34 tahun ini.

Pun demikian, Pantai Lampu’uk tidak segairah dulu. Seorang pengelola kafe setempat, Arsha, kepada Waspadaaceh.com, Minggu (17/1/2021), mengeluhkan sepinya pengunjung saat ini.

“Sejak wabah COVID-19, pengunjung di cafe kami sangat sepi. Penghasilan turun drastis. Dulunya bisa 1,6 juta, sekarang hanya 600 ribuan saja, itupun pada hari libur,” tuturnya.

Terlihat pula remaja yang sedang termenung menjaga atribut renang seperti pelampung dan perlengkapan lainnya. Salsabila, wanita 18 tahun asal Lhoknga, mengeluh bahwa pengunjung tidak seramai dulu.

“Sekarang hanya ada 6 pelampung dan 8 selancar yang tersewakan. Sebelum wabah COVID-19, bisa sampai 15 pelampung dan 17 selancar saat akhir pekan,” ungkapnya.

Di samping itu, Akbar, 28 tahun, penjual es krim keliling yang setiap Sabtu dan Minggu berjualan di area pantai Lampu’uk, mengatakan bahwa minimnya pendapatan karena wabah masih berlangsung.

“Sangat terasa sekali. Saya harus ekstra sabar karena hasil penjualan menurun. Dulu 1 juta, sekarang hanya 450 ribu. Saya berharap pandemi ini segera berlalu sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mencari rezeki,” harapnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Rahmadhani, saat dikonfirmasi Waspadaaceh.com, Senin (18/1/2021), menjelaskan, saat kondisi begini butuh kerjasama masyarakat untuk menerapkan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Pengunjung Pantai Lampu’uk wajib ikut serta menjaga kelestarian lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menghindari kerumunan.”

“Langkah selanjutnya kami akan melakukan pembenahan objek wisata, mengadakan workshop, sosialisasi, pertemuan atau bisa juga promosi secara virtual guna menarik minat pengunjung wisata dalam maupun luar negeri. Tentunya jika pandemi sudah berakhir,” pungkasnya. (Fanz)

BERBAGI