Beranda Aceh Gadis Penderita Kanker Dirujuk ke RSU Cut Meutia

Gadis Penderita Kanker Dirujuk ke RSU Cut Meutia

BERBAGI
Petugas medis memeriksa Hazriah, penderita diduga kanker payudara, di Ruang IGD RSU Cut Meutia Buket Rata, Lhokseumawe, Rabu (20/1/2020. Foto Syaiful

Aceh Utara (Waspada Aceh) – Seorang gadis yatim asal Gampong Meunasah Asan Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, yang sedang berjuang melawan penyakit diduga kanker payudara akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Umum (RSU) Cut Meutia, Buket Rata, Kota Lhokseumawe.

Gadis bernama Hazriah, 21, anak pasangan Heriadi (alm) dan Hanifah, 42, itu dirujuk ke RSU Cut Meutia, Rabu (20/1/2021) siang. Hazriah dijemput Kepala Puskesmas Baktiya Munarianto dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit tersebut.

Video Hazriah saat terbaring lemas di rumahnya sempat viral di media sosial. Wanita muda itu sudah melawan penyakitnya sejak enam tahun silam.

Sebelumnya, Anggota DPD RI asal Aceh H Sudirman alias Haji Uma sempat mengunjungi Hazriah saat tinggal di rumah keluarganya di Kompleks Yayasan Nurul Arafah Gampong Bujok, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara.

Dalam kunjungan tersebut, Haji Uma berjanji memfasilitasi pengobatan santriwati tersebut ke RSUD Cut Meutia.

BACA:
Ketua DPRK Aceh Besar Perdana Disuntik Vaksin COVID-19
Hujan Semalaman, Pemukiman di Aceh Besar Banjir

H Sudirman mengatakan sebelumnya sang ibu, Hanifah, tidak membawa anaknya berobat ke rumah sakit karena terkendala biaya. Hanya biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan.

“Sedangkan biaya perjalanan dan biaya pendamping tidak ditanggung kalau pasien dirawat inap di rumah sakit. Itu yang menjadi kendala janda miskin tiga anaknya tidak membawa gadis sulungnya berobat medis,” kata H Sudirman.

“Selama ini, pasien hanya diobati dengan ramuan tradisional. Saya akan menempati janji dengan menanggung biaya pendamping pasien selama di rumah sakit hingga sembuh,” sebut H Sudirman.

Humas RSUD Cut Meutia Jalaluddin mengatakan sesampai di rumah sakit tersebut, pasien langsung dibawa ke ruang instalasi ruang darurat (IGD) untuk pemeriksaan.

“Pasien sudah menjalani beberapa tahapan pemeriksaan. Namun, dokter menangani belum bisa menyimpulkan apakah menderita kanker atau lainnya karena masih menunggu hasil laboratorium,” kata Jalaluddin.

“Setelah keluar hasil lab, baru nantinya dokter menyimpulkan apakah nanti harus dioperasi, Jika dioperasi, tidak mesti dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, karena RSU Cut Meutia sudah memiliki dokter spesialis lengkap,” pungkas Jalaluddin. (Syaiful)

BACA:
Aparat Gampong di Aceh Utara Lakukan Aksi Protes Terhap Draf Perbup ADG 2021
Hujan Lebat Mengguyur, Sebagian Inti Kota Banda Aceh Banjir

BERBAGI