Ini Kisah Viral Seorang Gadis di Aceh yang Melawan Kanker Payudara

    BERBAGI
    Hazriah, gadis asal Gampong Meunasah Asan, Kecamatan Madat, Aceh Timur, berjuang keras melawan kanker payudara yang diidapnya sejak 6 tahun lalu, saat dikunjungi anggota DPD-RI Aceh, H Sudirman. (foto./Syaiful).

    Aceh Utara (Waspada Aceh) – Seorang gadis yatim asal Gampong Meunasah Asan Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, terbaring lemas di rumahnya. Dia harus berjuang keras melawan kanker payudara yang menggerogotinya sejak 6 tahun silam.

    Kondisi Hazriah, 21, anak pasangan dari Heriadi (Alm) dan Hanifah, 42, kini sehari-harinya berbaring di rumah. Dia adalah santriwati Dayah Baitul Huda Al Aziziyah, Madat, Aceh Timur. Kisahnya menjadi viral di media sosial setelah diposting oleh Ketua Lembaga Acheh Future, Razali Yusuf, melalui akun Facebooknya @ceklie, yang sudah dibagikan 426 kali.

    Kemudian berita itu sampai kepada Anggota DPD-RI asal Aceh, H. Sudirman alias Haji Uma. Haji Uma bersama stafnya Hamdani (Maknu) didampingi Ketua Lembaga Acheh Future, Razali Yusuf, Kepala Puskesmas Baktiya, Munawianto, mengunjungi gadis itu yang kebetulan sudah dibawa pulang ke rumah keluarganya di Komplek Yayasan Nurul Arafah Gampong Bujok Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, Sabtu siang (16/1/2021).

    Haji Uma Kepada Waspadaaceh.com mengatakan, kehadirannya untuk melihat langsung kondisi gadis Hazriah. Anggota DPD RI itu prihatin dengan kondisi Hazriah, yang sudah 6 tahun melawan kanker yang diidapnya tanpa penanganan medis secara rutin.

    “Menurut pengakuan ibunya (Hanifah-red), selama ini hanya mengobati anaknya secara tradisional atau dengan obat kampung. Karena mereka terkendala biaya perjalanan untuk ke rumah sakit umum, meskipun biaya pengobatan sudah ditanggung oleh BPJS,“ kata H Sudirman.

    Selain itu, Haji Uma berjanji akan memfasilitasi dan membiayai seluruh kebutuhan pendampingan pengobatan selama gadis itu mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Rencananya pada Rabu (20/1/2021), gadis ini akan dirujuk ke RSU Cut Meutia Buket Rata Lhokseumawe.

    “Dokter dari Puskesmas Baktiya sudah memeriksa kesehatannya, jugamenyarankan untuk segera dibawa ke rumah sakit. Dia perlu penanganan medis, supaya kanker payudara yang diidapnya tidak membesar atau melebar,” terangnya.

    Razali Yusuf, mengaku, dia memosting kondisi gadis yatim itu di media sosial (Facebook), karena prihatin melihat kondisi keluarganya serba kekurangan. Selama ini mereka hanya mengobati gadis itu secara tradisional, dan berobat jalan di Puskesmas. (Syaiful).

    BERBAGI