Syekh Ali Jaber Wafat, Masyarakat Aceh Merasa Kehilangan

    BERBAGI
    Ulama besar Indonesia, Syekh Ali Jaber. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ulama besar Indonesia, Syekh Ali Jaber, dilaporkan telah wafat (meninggal dunia) di Rumah Sakit Yarsi Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi ini (14/1/2021), pukul 08.30 WIB.

    “Syekh Ali Jaber wafat di RS Yarsi, jam 8.30. Mohon do’anya,” begitu ditulis Ustad Yusuf Mansyur, dalam akun Instagram pribadinya, @yusufmansurnew. Syekh Ali Jaber meninggal dunia dalam usia 44 tahun.

    Sebelumnya, salah satu kerabat ustadz yang bernama lengkap Syekh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber, Abu Raras, menjelaskan kondisi kesehatan terkini juri Hafiz Quran RCTI itu semakin membaik usai terkonfirmasi positif COVID-19.

    Di Provinsi Aceh, Syekh Ali Jaber cukup dikenal. Mungkin sudah puluhan bahkan ratusan kali berkunjung ke Tanah Rencong untuk menyampaikan ceramah. Ali Jaber bahkan berjasa memberi dukungan moril, membangkitkan semangat warga Aceh, ketika daerah ini mengalami bencana alam gempa dan tsunami.

    “Innalillahi Wainnailaihi Rojiun! Syekh Ali Jaber itu penceramah kondang yang cukup dikenal di Aceh. Kami rakyat Aceh sangat kehilangan beliau,” kata H.Amir Hamzah, penceramah dan penulis rubrik Albayan di Harian Waspada.

    Amir Hamzah mengatakan, ustadz Ali Jaber yang berasal dari Arab Saudi, itu sudah seperti orang Aceh. “Syekh Ali Jaber sudah menjadi orang Aceh. Semua orang di sini cukup akrab dengan beliau, karena seringnya dia kemari sejak awal-awalnya datang ke Indonesia dulu,” lanjut Amir Hamzah.

    Syekh Ali Jaber, yang pernah menjabat sebagai Imam Besar Masjid Madinah itu, populer di Indonesia setelah dia menggagas program penguatan aqidah ummat Islam melalui program “Sejuta Hafidz” di Indonesia. Program ini kemudian diikuti oleh para tokoh agama di daerahnya masing-masing.

    “Saya termasuk orang yang selalu hadir setiap ustadz Ali Jaber memberi ceramah di Aceh ini,” kata Plt Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh, Aldin Nainggolan, yang juga menjabat Sekretaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh ini.

    Ustadz yang dikenal luas dalam program Indonesia Damai yang disiarkan secara langsung melalui TV ONE ini, kabarnya datang ke Indonesia setelah mendapat undangan dari mantan Wakil Presiden RI, M.Yusuf Kalla, lebih 10 tahun lalu. Dia kemudian mengikrarkan diri sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). (Abd)

    BERBAGI