Beranda Aceh Bisnis Ayam Penyet, Bertahan di Masa Pandemi

Bisnis Ayam Penyet, Bertahan di Masa Pandemi

BERBAGI
Usaha Ayam Penyet Bang Mus, milik Mustafa, yang berlokasi di kawasan Rex, Peunayong, Kota Banda Aceh. (Foto/Kia)

Keuntungan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga karena harus membayar sewa lapak tempat berjualan dan kebutuhan lainnya.

Bagi pelaku UMKM yang bisa bertahan dalam masa pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, merupakan hal yang sangat menggembirakan. Sebab cukup banyak usaha lainnya yang “mati suri” sejak merebaknya virus asal Wuhan, China, tersebut.

Mustafa, pengusaha ayam penyet di Kota Banda Aceh, termasuk pelaku UMKM yang masih bisa menjalankan usahanya, meski omzetnya menurun hingga 50 persen akibat pandemi COVID-19. Usaha ayam penyet yang terletak di daerah Peunayong (Rex), di Jalan SR Safiatuddin Banda Aceh ini, sekarang pelan-pelan mulai “bersinar” kembali.

Pengusaha ini mengakui dampak pandemi memang sangat terasa. Di awal pandemi, omzetnya “terjun bebas”. Tapi, sejak beberapa bulan terakhir, penjualannya mulai merangkak naik. Kini penjualannya telah mencapai 50 persen, meski demikian pemilik usaha Ayam Penyet Bang Mus ini mengaku omzet itu belum mencukupi.

“Sebelum pandemi bisa dapat 1 juta rupiah per hari. Kini, akibat pandemi, penjualannya menurun jadi 500 ribu rupiah. Tapi ini sudah Alhamdulillah dibanding pada awal-awal pandemi,” kata Mustafa,35, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (9/1/2021).

BACA:
Rumah Tariyaki, Bukti Kurniawan Survival di Era Pandemi COVID-19
Pandemi COVID-19: Cut Dini, Usai Dirumahkan Sukses Bangun Bisnis Bakso

Mustafa menuturkan, dengan penjualan 500 ribu itu sebenarnya sulit baginya untuk membagi antara modal belanja dengan keuntungan yang didapat. Bisa disebut, keuntungannya tidak cukup  untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena dia harus membayar sewa lapak tempat berjualan dan kebutuhan lainnya.

Ketika ditanya tentang bantuan dari pemerintah untuk UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) terdampak COVID-19, Mustafa mengatakan tidak pernah menerima bantuan. Dia memang mendengar ada bantuan dari pemerintah pusat sebesar Rp2,4 juta untuk setiap UMKM, tapi dia bahkan tidak tahu bagaimana cara mendapatkannya.

”Saya berharap kepada Pemerintah Aceh agar sedikit peduli terhadap pengusaha mikro seperti saya ini. Paling tidak, pemerintah membantu modal untuk mendorong supaya usaha kami lebih meningkat. Karena dalam kondisi saat ini, bantuan tersebut sangat kami butuhkan,” ujar Mustafa. (Kia)

BACA:
Ie Bu Peudah, Kuliner Khas Aceh
Sambai Oen Peugagah, Kuliner Aceh untuk Orang Tua

BERBAGI