Beranda Wisata & Travel Indahnya Takengon Dipandang dari Puncak Pantan Terong

Indahnya Takengon Dipandang dari Puncak Pantan Terong

BERBAGI
Pemandangan nan indah di sekitar Takengon, Aceh Tengah, dilihat dari lokasi wisata puncak Pantan Terong. (Foto/Zammil)

Terlihat indah, pemandangannya membentang. Genangan air Danau Laut Tawar di antara himpitan pegunungan, tampak seolah berada di kepadatan rumah warga sekitarnya.  Pemandangan itu semakin menambah eksotis, kala dilihat dari puncak gunung Pantan Terong di Kabupaten Aceh Tengah.

Jalan berkelok serta mendaki dan menurun menuju Pantan Terong, menjadi tantangan tersendiri bagi pengunjung. Pada sisi kiri dan kanan jalan ditumbuhi pohon kopi milik warga sekitar. Kondisi ini menjawab, bahwa Aceh Tengah memang layak sebagai kabupaten penghasil kopi terbaik di Provinsi Aceh.

Para petani kopi begitu ramah, melayani pengunjung saat berswa foto di kebun kopi milik mereka. Para petani juga ikut menjelaskan tentang tingkat kesadaran penduduk setempat dalam melestarikan alam dan mendukung pariwisata sudah semakin tinggi.

“Pantan Terong dulunya adalah lokasi tanah landai (rata) yang banyak ditumbuhi pohon terong dengan buahnya berukuran kecil dan bulat. Sehingga warga menyebutnya Pantan Terong. Artinya, hamparan tanaman terong,” terang Syumedi, 63, sopir mobil rental yang menemani Waspadaaceh.com saat mengunjungi Pantan Terong, akhir tahun 2020.

Lokasi wisata Pantan Terong, Aceh Tengah. (Foto/Zammil)

Kini, lanjutnya, pemerintah daerah telah menjadikan lokasi itu sebagai lokasi agrowisata agro, karena Pantan Terong merupakan lokasi lahan pertanian warga setempat. “Nanti akan saya tunjukan,” ujar pensiunan PNS itu, yang mengundang rasa penasaran jurnalis.

Berjarak 300 meter dari persimpangan jalan menuju lokasi Pantan Terong, terdapat hamparan hijau yang luas. Tumbuh sayur milik warga di sisi kiri-kanan jalan, jalan yang bisa menembus ke Kabupaten Bener Meriah.

Terlihat para petani sedang mengolah tanah secara bersamaan. Sebagian di antaranya tampak sedang menanam. “Itu tanaman kentang,” ujar si sopir, sambil menerangkan jika para petani di situ sedang melakukan gotong-royong dalam menggarap kebun.

“Petani di sini menerapkan sistem gotong-royong dalam berkebun. Misalnya, dalam satu pekan ini mengerjakan lahan milik si polan sampai selesai secara bersama. Pekan kedepannya mengerjakan lahan petani yang lain, juga hingga selesai. Begitulah seterusnya, hingga selesai. Begitu cara mereka menggarap lahan hingga puluhan hektare tanpa menggunakan hendtraktor,” ujarnya.

Beragam jenis tanaman sayuran menghiasi puncak gunung Pantan Terong dan tertata rapi. Sebagian sayuran itu sedang dipanen, yang nantinya dipasok ke Bireuen hingga Lhokseumawe dan Aceh Utara. (Zammil)

BERBAGI