Beranda Wisata & Travel Ribuan Wisatawan Padati Lokasi Wisata Sabang

Ribuan Wisatawan Padati Lokasi Wisata Sabang

BERBAGI
Kawasan Pantai Iboih, Sabang, pada hari Minggu pagi (27/12/2020), tampak cukup ramai. Menjelang siang dan sore hari, pantai ini semakin padat. (Foto/abd)

Sabang (Waspada Aceh) – Meski masih dalam suasana pandemi virus Corona atau COVID-19, di luar dugaan jumlah pengunjung atau wisatwan di Pulau Weh, Sabang, mbludak atau cukup padat.

Kondisi itu terlihat sejak di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, pada hari Jumat (25/12/2020). Kapal-kapal cepat mau pun kapal lambat (feri) sudah padat penumpang. Bahkan banyak wisatawan yang gagal berangkat karena tidak mendapatkan tiket kapal.

Ratusan mobil juga terlihat di sekitar lapangan parkir Pelabuhan Ulee Lheue, baik lapangan parkir di dalam gedung yang disediakan secara khusus, mau pun lapangan parkir di luar gedung. Mobil ini ditinggalkan pemiliknya karena berlibur ke Sabang. Begitu juga situasi di Pelabuhan Balohan, Sabang, tampak dipadati pendatang.

Di Sabang sendiri, tempat-tempat wisata primadona, seperti Pantai Iboih, Pulau Rubiah, Kilometer Nol (0), loaksi Gua Jepang, dan beberapa lokasi lainnya terlihat dipadati banyak pengunjung. Menuju ke lokasi Kilometer 0, mobil-mobil yang membawa para pengunjung, terlihat “mengular” alias membentuk antrian cukup panjang.

Hotel-hotel juga penuh. Bahkan banyak wisatawan yang kesulitan mendapatkan kamar hotel, meski harga kamar hotel dinilai cukup tinggi. Salah seorang pengelola penginapan di Iboih mengatakan, sejak pandemi, Sabang sangat sepi pengunjung. Para pemilik penginapan bahkan kesulitan membiayai operasional hotel.

“Baru sekarang ini Sabang dikunjungi begitu banyak wisatawan sejak pandemi COVID-19. Hampir setahun terakhir ini cukup sepi, dan baru sekarang ramai. Banyak juga tamu asing datang ke Sabang saat ini,” kata Ardian, penjaga sebuah penginapan di Iboih.

Terjadi antrian panjang di depan loket penjualan tiket kapal di Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh, Jumat (25/12/2020). (Foto/abd)

Para pengunjung Pulau Weh itu datang dari berbagai daerah di Indonesia, dan dari luar negeri. Ada banyak pengunjung dari Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau bahkan dari Jakarta. Sedangkan tamu asing, banyak yang datang dari Malaysia dan Singapura.

“Saya sudah seminggu berada di sini. Kami dari Singapura, datang ke Iboih untuk diving (menyelam) dan snorkeling (selam permukaan). Ini kita mau pindah lagi ke tempat lain,” kata Ida, seorang wanita dari Singapura. Wanita tengah baya ini mengaku akan kembali ke Singapura lepas tahun baru 2021.

Lain pula dengan Putra, pengunjung dari Banda Aceh. Dia membawa serta keluarga besarnya untuk berlibur ke Pulau Sabang. Tidak tanggung-tanggung, Putra malah memesan satu bungalow yang berisi tiga kamar, untuk tempat menginap keluarga besarnya, selama dua malam.

Melihat Sabang yang sudah banyak dikunjungi wisatawan, Wali Kota Sabang, Nazaruddin, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu malam (26/12/2020), mengatakan, dengan ramainya kembali pengunjung ke Sabang, dia berharap para pemilik hotel dan pengusaha kuliner bisa terbantu.

Sebab selama ini, kata Nazaruddin, para pemilik hotel kesulitan membayar kreditnya di bank karena minim tamu sebagai dampak pandemi COVID-19. Tapi pada libur Nataru sekarang ini tingkat okupansi (hunian) hotel cukup tinggi, ujarnya.

“Mudah-mudahan para pemilik hotel terbantu, karena banyak tamu yang menginap,” kata wali kota.

Begitu pun dia mengingatkan kepada para petugas di pelabuhan agar melakukan pengawasan ketat terhadap pendatang. Terutama terkait dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes), sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19. Termasuk juga para pengelola hotel diminta tetap menerapkan Prokes kepada tamu yang datang mau pun petugas hotel itu sendiri.

Di Pelabuhan Ulee Lheue Banda Aceh mau pun Pelabuhan Balohan Sabang, para petugas tampak memeriksa suhu tubuh kepada setiap penumpang kapal. (abd)

BERBAGI