Beranda Aceh STIT Babussalam Wisuda S1, Ketua DPRK Agara Beri Beasiswa S2 Rp15 Juta

STIT Babussalam Wisuda S1, Ketua DPRK Agara Beri Beasiswa S2 Rp15 Juta

BERBAGI
Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, saat memberi orai ilmiahnya mengajak wisudawan STIT Babussalam untuk membangun daerah mulai sekarang, melalui suatu kegiatan kerja ataupun kegiatan usaha. (Foto/Ist)

Kutacane (Waspada Aceh) – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, mewisuda 50 Sarjana (S1) untuk Angkatan ke-1 lulusan tahun 2020 dari dua program studi.

Kegiatan wisuda tersebut berlangsung di Gedung Kesenian Kutacane, Sabtu (19/12/2020), masing-masing 40 orang lulusan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan 10 lulusan dari Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).

Pada kesempatan itu, Ketua DPRK Aceh Tenggara, Denny Febrian Roza, saat memberi orai ilmiahnya mengajak wisudawan untuk membangun daerah mulai sekarang, melalui suatu kegiatan kerja ataupun kegiatan usaha.

Kata Denny, para wisudawan harus selalu ingat, apa bila diberikan suatu kepercayaan maupun amanah, jangan dijadikan sebagai ladang pujian semata. Tapi jadikanlah sebagai ibadah juga disertai dengan keikhlasan, ujarnya.

“Hal ini penting saya tekankan kepada adik-adik. Apabila kita tidak bisa membantu organisasi di pemerintahan maupun kemasyarakatan, jangan pula kita merusak organisasi tersebut,” lanjut Ketua DPRK Aceh Tenggara itu.

Berita lainnya: Data Calon Penerima BLT UMKM Hilang dari BRI, Ketua DPRK Agara Minta Aparat Usut Tuntas

Denny juga mengungkapkan bahwa dia merasa bersalah, karena meskipun saat ini sebagai pemangku kebijakan, namun belum bisa berbuat banyak membantu sekolah-sekolah, termasuk sekolah tinggi Islam yang ada di Aceh tenggara.

Pada kesempatan itu Ketua DPRK Aceh Tenggara ini memberikan bantuan sebesar Rp15 juta, bagi lulusan terbaik untuk melanjutkan pendidikan S2.

Pembina Yayasan STIT Babussalam, Dedi Syah Putra, dalam orasi ilmiahnya, memaparkan pentingnya moralitas beragama sebagai azas dalam membangun peradaban. Untuk itu dia mengajak para lulusan untuk terus menggali ilmu pengetahuan dan tidak kalah penting penguasaan Alquran dan Hadist, sehingga menuntun ummat lebih berakhlak mulia.

Dedi Syah Putra menambahkan, secara legalitas kampus, STIT sudah teragreditasi maka direncanakan membuka lagi dua program studi baru, yakni Akhwal Syahksiyah (AS) dan Perbankan Syariah. Lulusan dari kedua studi ini nantinya bisa mengisi peluang kerja yang masih tersedia. (Sopian)

BERBAGI