Beranda Pariwara DPRK Aceh Besar: Dari Pendidikan Hingga Ancaman Game Online Terhadap Generasi Muda

DPRK Aceh Besar: Dari Pendidikan Hingga Ancaman Game Online Terhadap Generasi Muda

BERBAGI
Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali bersama wakil ketua dan anggota DPRK lainnya, saat diwawancarai wartawan di kota Jantho, Aceh Besar. (Foto/Ist)

“Bukan hanya untuk mentransfer ilmu, tapi juga pendidikan akan membentuk karakter. Guru itu bukan hanya butuh didengar, namun juga butuh diikuti. Kalau rusak karakternya maka rusaklah anak-anak kita saat dewasa nantinya”

— Iskandar Ali —

Ketika membuka pelatihan akademik Pendidikan Profesi Guru (PPG) angkatan VIII dan IX, di Wisma Atlet Kota Jantho, Selasa (3/11/2020), Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, Spd, mengatakan, kualitas pendidikan di Aceh Besar harus ditingkatkan.

Kata Iskandar, pendidikan adalah investasi terbaik masa depan bangsa yang harus diurus dengan baik untuk melahirkan generasi yang handal. Pendidikan wajib menjadi fokus perhatian semua stakeholder dan masyarakat, kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar tersebut.

“Harapan kita bersama adalah peningkatan kualitas pendidikan. Pimpinan DPRK Aceh Besar bersama komisi V DPRK, punya komitmen untuk memajukan pendidikan di Aceh Besar ini,” lanjut Iskandar Ali didampingi Ketua Komisi V DPRK, Muhibuddin.

Amanah konstitusi, kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, pemerintah wajib menganggarkan 20 persen dana khusus untuk dunia pendidikan. Hal itu adalah suatu bentuk perhatian dan komitmen untuk memajukan dunia pendidikan.

Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, menyampaikan pidato pembukaan turnamen sepak bola antar dusun di Aceh Besar. Olahraga adalah aktifitas positif yang memberikan manfaat dan dapat menangkal genrasi muda dari narkoba dan lainnya. (Foto/Ist)

“Jadi kita harus benar-benar memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan dunia pendidikan di Aceh Besar ini. Dan guru menjadi ujung tombak majunya dunia pendidikan,” lanjut Iskandar Ali.

Iskandar Ali juga dalam setiap kesempatan, mengingatkan tentang ancaman bahaya bagi generasi muda, yakni narkoba, game online berbau judi dan kegiatan-kegiatan yang dapat memberikan dampak negatif atau kegiatan yang bisa merusak moral generasi muda.

Para orang tua dan guru, kata Iskandar, harus ekstra memberikan perhatian kepada para pelajar atau genasi muda.

“Bukan hanya untuk mentransfer ilmu, tapi juga pendidikan akan membentuk karakter. Guru itu bukan hanya butuh didengar, namun juga butuh diikuti. Kalau rusak karakter maka rusaklah anak-anak saat dewasa nantinya,” tegas Iskandar Ali.

Apalagi masa depan bangsa, kata Iskandar Ali, ada di tangan generasi muda. Maka sejak dini, semua elemen masyarakat harus memperhatikan keberadaan anak-anak muda dalam lingkup keluarganya dan lingkungan sekitarnya.

Ketika menyambut Hari Pahlawan, Iskandar Ali mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk meninggalkan sikap apatis, meninggalkan sikap intoleran dan bersegera melangkah meninggalkan hal-hal negatif. Jauhi narkoba dan menjauhi prilaku yang bisa merusak diri sendiri dan orang lain, ujarnya.

Hari Pahlawan, tegas Iskandar Ali, menjadi tolak ukur dan evaluasi, sejauh mana langkah kaki telah berlalu khususnya dalam meneladani nilai-nilai patriot dalam keseharian.

“Tidak berbicara esensial patriot semata, tapi implementasi patriotism secara subtansial dalam hidup. Ini keinginan kita bersama,” ucap Iskandar Ali.

Dia mendorong kegiatan-kegiatan positif bagi para generasi muda di Aceh Besar, misalnya olahraga, aktifitas ekonomi dan kegiatan lain yang memberi manfaat bagi generasi muda dan masyarakat.

Game Online Mengancam Generasi Muda

Terkait dengan aktifitas yang dapat memberikan dampak negatif, belakangan ini generasi muda di Provinsi Aceh, tak terkecuali di Kabupaten Aceh Besar, dilanda “demam” game online berbau judi dengan nama higgs domino.

Game Higgs Domino, salah satu game berbasis internet dinilai dapat pengaruh terhadap kehidupan sosial dan kini sudah cukup meresahkan masyarakat di Aceh. (Syaiful).

Keberadaan game online ini sudah sangat meresahkan masyarakat. Penggemar game online ini selain pelajar, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga mahasiswa, juga kalangan orang dewasa.

“Judi online lewat permainan game higgs domino sudah meresahkan dan mengancam generasi muda,” kata Hanifullah, anggota DPRK Aceh Besar, Hanifullah, beberapa waktu lalu.

Anggota DPRK Aceh Besar, Hanifullah. (Foto/Ist)

Politisi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) ini mengaku,  secara pribadi telah menemui Wakil Bupati Aceh Besar, Tgk Husaini A Wahab, untuk menyampaikan tentang maraknya judi online tersebut.

Hanifullah berharap Pemkab bisa segera mencarikan solusi bersama Forkopimda dan stakeholder lainnya agar game online itu bisa dihentikan atau diminimalisir dari Aceh Besar.

Bahkan dalam sidang paripurna tentang penyampaian Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRK Aceh Besar terhadap Pengantar Nota Keuangan dan Rancangan Qanun tentang APBK Aceh Besar tahun anggaran 2021, di gedung DPRK di Jantho, Senin (23/11/2020), melalui ketuanya Ruslan Effendi, kembali menyampaikan keresahan tentang keberadaan game online tersebut.

“Fraksi PKS memandang perlu adanya solusi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam hal menangani maraknya perjudian online yang telah meresahkan masyarakat Aceh Besar,” kata Ruslan.

Melihat kenyataan itu memang sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Aceh Besar bekerjasama dengan Forkopimda, melakukan upaya-upaya preventif untuk meminimalisir ancaman “wabah” game online berbau judi dan narkoba, yang menyerang generasi muda, termasuk para pelajar di kabupaten tersebut. (pariwara)

BERBAGI