Beranda Pariwara DPRK Aceh Besar Dorong Produktifitas Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19

DPRK Aceh Besar Dorong Produktifitas Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19

BERBAGI

“Di tengah wabah COVID-19, ibu-ibu rumah tangga di Aceh Besar yang memiliki skill menjahit, memproduksi lebih dari 10 ribu masker yang dibagikan kepada masyarakat dalam upaya mencegah penularan COVID-19”

—————

Meski terdampak pandemi COVID-19, namun masyarakat di Kabupaten Aceh Besar, tetap harus mencari nafkah serta melakukan aktifitas ekonomi dan sosial lainnya. Tapi tentu dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (Prokes), yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M).

Salah satu aktifitas ekonomi masyarakat yang cukup menarik, yakni kegiatan ibu-ibu rumah tangga (IRT) yang didukung oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Eka Rizkina. Satu-satunya politisi wanita yang menjadi anggota legislatif di Aceh Besar ini, hari-harinya disibukkan juga untuk membina kaum perempuan di daerah itu.

Dia mendukung ibu-ibu rumah tangga agar memiliki usaha rumahan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan membuat kue, pelatihan membuat sabun, pelatihan menjahit dan pelatihan budidaya tanaman di pekarangan rumah.

Khusus untuk menjahit, Eka kemudian melibatkan para ibu rumah tangga dalam memproduksi masker. Selain bisa menambah penghasilan keluarga, kegiatan ini juga telah memberikan kontribusi bagi upaya pencegahan penularan virus Corona atau COVID-19.

Eka Rizkina menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar. (Foto/Ist)

“Di tengah wabah COVID-19, kita memberdayakan skill menjahit ibu-ibu dengan memproduksi lebih dari 10 ribu masker yang dibagi-bagikan kepada masyarakat di Aceh Besar,” kata Eka kepada Waspadaaceh.com, belum lama ini.

Eka menilai, ibu rumah tangga (IRT) walaupun sehari-hari berada di rumah, tetapi juga harus mempunyai kegiatan produktif agar dapat membantu perekonomian keluarga. Hal ini penting, agar setiap IRT itu mampu mandiri secara finansial, ujarnya.

Berbeda dengan Eka Rizkina, lain pula yang dilakukan Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali. Selain mengawasi pelaksaan prokes di tengah masyarakat dan aktifitas ekonomi, Iskandar Ali juga mendorong generasi muda untuk melakukan aktifitas olahraga.

Ketua DPRK Aceh Besar, Iskandar Ali, belum lama ini telah meresmikan lapangan futsal di Gampong Tumbo Baro tersebut. Iskandar mengapresiasi inisiatif keuchik dan para pemangku kepentingan di desa ini yang telah membangun lapangan olahraga semi sepakbola itu menggunakan dana desa.

“Apa yang sudah dicapai oleh Gampong Tumbo Baro ini supaya dapat diadopsi oleh gampong lain di Aceh Besar,” kata Iskandar Ali.

Bagi Ketua DPRK ini, olahraga adalah upaya untuk menjadikan tubuh menjadi sehat. Sedangkan sehat itu adalah investasi dan pilihan hidup.

Ketua DPRK Aceh Besar Iskandar Ali. (Foto/Ist)

“Ini merupakan tugas pendamping desa untuk dapat menyampaikan kepada gampong-gampong lain, sehingga ada peningkatan aset-aset di Aceh Besar,” imbuh Iskandar Ali.

Bagi Ketua DPRK ini, generasi muda harus lah selalu produktif dan kreatif, karena masa depan bangsa ada di tangan anak-anak muda. Untuk itu generasi muda harus melakukan aktifitas yang positif, seperti olahraga, terlibat dalam ekonomi dan kepemimpinan, sebaliknya harus meninggalkan aktifitas yang memberi dampak negatif.

Terkait dengan penerapan Prokes, Iskandar Ali mengatakan, Peraturan Bupati (Perbup) Prokes COVID-19, yang sudah dikeluarkan, harus dijalankan dengan tegas di lapangan.

“Harus dijalankan sebagaimana aturan dan sanksi sesuai Perbup Aceh Besar,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Selain itu, Iskandar Ali mendesak Pemkab Aceh Besar untuk memperhatikan stimulus ekonomi bagi para pelaku UMKM dalam upaya meredam dampak ekonomi yang lebih parah akibat COVID-19.

Pelatihan dan pembinaan kewirausahaan, menurut Iskandar Ali, yang juga menjabat sebagai Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Aceh Besar, akan menjadi stimulus bagi pelaku UMKM untuk terus bergerak di bidangnya.

“Harapan kami sebagai Kadin Aceh Besar dan pelaku UMKM, pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat dengan produk atau usaha dari masyarakat sendiri. UMKM harus disupport agar bangkit dan berkembang,” kata Iskandar Ali.

“Alhamdulillah kita memberikan sedikit support finansial sebagai bentuk perhatian Kadin Aceh Besar, meski tidak banyak namun insyallah bermanfaat,” lanjutnya dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan UMKM bagi kaum perempuan di Aceh Besar, belum lama ini.

Sementara pada waktu yang berbeda, Nasruddin M Daud mendorong Pemkab Aceh Besar bisa lebih kreatif menggali dan menawarkan potensi wisata yang dimiliki Aceh Besar, dengan tetap mengedepankan keamanan kesehatan di masa pandemi ini.

Anggota DPRK Aceh Besar, Nasruddin M Daud. (Foto/Ist)

Kata Nasruddin, meski di tengah pandemi COVID-19, masyarakat di Kabupaten Aceh Besar harus dimotivasi untuk tetap produktif dalam aktifitas ekonomi dan sosialnya, dengan catatan, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Dampak pandemi COVID-19 pada bidang ekonomi pariwisata, memang jelas kelihatan. Tapi menurut hemat saya, bukan hanya sektor wisata yang terpukul, hampir seluruh sendi kehidupan mengalami goncangan akibat penyebaran COVID-19,” kata Anggota DPRK Aceh Besar, Nasruddin M Daud, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (14/11/2020).

“Harapannya memasuki tahun 2021 kondisi semua sektor kehidupan, mulai ekonomi rakyat, pasar tradisional, UMKM, perdagangan, pendidikan dan pariwisata dapat pulih secara perlahan,” ujar politisi dari Partai Daerah Aceh (PDA) ini.

Dalam situasi pandemi COVID-19 seperti yang sedang melanda masyarakat hampir di seluruh dunia, termasuk Indonesia dan tak terkecuali Kabupaten Aceh Besar, dukungan dari semua komponen masyarakat memang sangat dibutuhkan.

Tidak hanya datang dari Pemkab dan DPRK Aceh Besar, tapi juga dari sektor lainnya, seperti perbankan, organisasi kemasyarakatan, kalangan ulama dan organisasi atau asosiasi pengusaha, seperti Kadin, asosiasi UKM dan lainnya. Semua pihak harus bekerja sama untuk memulihkan kembali kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat, dengan tetap mewaspadai bahaya COVID-19 dengan cara disiplin menerapkan prokes. (pariwara)

BERBAGI