Beranda Info Aceh Jaya Program Ekowisata Mangrove dari KKP akan Dongkrak Ekonomi Rakyat di Aceh Jaya

Program Ekowisata Mangrove dari KKP akan Dongkrak Ekonomi Rakyat di Aceh Jaya

BERBAGI
ILUSTRASI. Personil TNI Kodim 0114/Aceh Jaya melakukan penanaman tanaman mangrove bersama Polri dan warga di Aceh Jaya, Jumat (1/11/2019). (Foto/Ist)

Calang (Waspada Aceh) – Dukungan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk sektor ekowisata manggrove di Kabupaten Aceh Jaya, akan mampu mendongkrak ekonomi rakyat di tengah keterpurukan ekonomi di masa pandemi COVID-19.

Dana miliaran rupiah dikucurkan dari KKP melalui dua program pengembangan ekowisata mangrove di Aceh Jaya. Program ini telah mampu membuka ruang kerja baru bagi masyarakat setempat.

Ketua Lembaga Ekowisata Mangrove Desa Gampong Baro Sayeung, Abdul Hadi, mengatakan, di lembaganya ada dua program dari Ditjen Pengelolaan Ruang Laut KKP, yaitu untuk tracking dan nursery mangrove.

“Otomatis ini sangat membantu masyarakat kita di Aceh Jaya. Saat ini kita melibatkan dua desa dalam pengembangan program tersebut, yaitu Desa Gampong Baro Sayeung dan Desa Lhok Timon,” lanjut Abdul Hadi, Jumat (27/11/2020).

Abdul Hadi menjelaskan, dua program tersebut melibatkan sebanyak 200 warga masyarakat, baik itu untuk melakukan tracking maupun nursery mangrove (rumah bibit mangrove).

Ketua Lembaga Ekowisata Mangrove Desa Gampong Baro Sayeung, Abdul Hadi, menaiki sampan menuju lokasi program. (Foto/Ist)

“Sejak tanggal 10 November 2020 kita sudah mempekerjakan 200 warga masyarakat. Ini salah satu bukti jika bantuan tersebut mampu membuka ruang kerja bagi masyarakat sesuai nama programnya, Penguatan Ekonomi Nasional Pasca COVID-19,” kata Abdul Hadi.

Kata dia, bantuan yang dikucurkan untuk program ekowisata mangrove tahun 2020 ini mencapai miliaran rupiah. Untuk rumah bibit Rp1.02 miliar dan  untuk tracking Rp1,1 miliar.

“Untuk bibit sendiri kita memerlukan sebanyak 500.000 batang dan itu dicari langsung dari ekowisata mangrove oleh masyarakat. Masyarakat perhari itu bahkan mampu meraup pendapatan sekitar Rp500.000 dan paling kurang Rp250.000 per hari,” ujar Abdul Hadi.

Abdul Hadi berharap, kedepan program dari KKP bisa dilanjutkan kembali di Kabupaten Aceh Jaya.

“Ekowisata mangrove Aceh Jaya menjadi pusat pembibitan pertama di Provinsi Aceh dengan target penanaman di seluruh Aceh. Dua program tersebut diberikan setelah sukses penanaman mangrove sebanyak 82.500 batang dengan luas 25 hektare pada bulan 10 (Oktober) lalu,” tutup Abdul Hadi. (**)

BERBAGI