Meski MPU Sudah Memfatwa Haram, Game Online Berbau Judi Marak di Aceh

    BERBAGI
    Game Higgs Domino, salah satu game berbasis internet dinilai dapat pengaruh terhadap kehidupan sosial dan kini sudah cukup meresahkan masyarakat di Aceh. (Syaiful).

    Aceh Utara (Waspada Aceh) – Terkait game judi online seperti game Higgs Domino, salah satu game berbasis internet, dinilai pengamat bisa mempengaruhi kehidupan sosial dan cukup meresahkan masyarakat.

    Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Aceh, telah mengeluarkan fatwa game judi online hukumnya haram, kata akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, Muhammad Shaleh, Jumat (13/11/2020), terkait maraknya game judi online yang kini semakin meresahkan.

    “Selama ini kita melihat di warung kopi (warkop) atau cafe, para pecandu game online sering lupa waktu belajar, waktu ibadah, dan (lupa) aktivitas yang bermanfaat lainnya. Selain itu menimbulkan banyak tindakan kriminalitas,” Muhammad Shaleh yang bertitel doktor ini.

    Menurut Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe itu, penikmat game online sen­diri tidak mengenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua, mereka sibuk menghabiskan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat.

    “Selain haram dari segi agama (syariah), bermain game online ini juga berdampak terhadap kehidupan sosial, bagi kesehatan fisik dan mental pemain. Maka perlu kesadaran masing-masing, apalagi MPU Aceh telah menegaskan bahwa game judi online itu haram,” pungkasnya.

    Kondisi tersebut didukung dengan adanya sarana top up (isi ulang) chips (koin emas) agar para gamer bisa terus memainkannya. Parahnya lagi, jual beli chips atau koin emas game Higgs Domino dilakukan di provider dan melalui online dengan harga beragam dan secara terang-terangan jual beli chips tersebut.

    Sementara itu salah seorang pemain atau gamer Higgs Domino yang engan disebut namanya mengaku, dia bermain game online sejak sebulan terakhir, setelah keberadaan game tersebut viral di kalangan masyarakat. Dia mengetahui MPU Aceh juga telah mengeluarkan fatwa haram bermain game online itu.

    “Saya melihat banyak pemuda, remaja dan dewasa main game itu. Bahkan di setiap cafe atau warung kopi pada umumnya main game itu, sehingga saya tertarik untuk mencoba permainan ini. Apalagi saat mandapatkan skater (bonus), tapi saya cuma iseng-iseng saja,” kata pemain game tersebut.

    Pengamatan Waspadaaceh.com, sejumlah warung kopi/cafe di Aceh Utara dan Lhokseumawe, hingga di gampong-gampong yang memiliki wafi, sebagian pengunjung baik dewasa, remaja dan anak-anak, terlihat asyik bermain game online itu. (Syaiful).

    BERBAGI