Beranda Wisata & Travel Lokasi Wisata Pemandian Sidebu-debu Padat, Pengunjung Abaikan Prokes COVID-19

Lokasi Wisata Pemandian Sidebu-debu Padat, Pengunjung Abaikan Prokes COVID-19

BERBAGI
Kawasan wisata pemandian Sidebu-debu di Desa Semangat Gunung, Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terlihat padat pengunjung, pada Minggu (15/11/2020). Sayangnya, para pengunjung terlihat melanggar protokol kesehatan (Prokes) COVID-19. (Foto/sulaiman achmad)

Karo (Waspada Aceh) – Kawasan wisata pemandian Sidebu-debu di Desa Semangat Gunung, Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terlihat padat pengunjung, pada Minggu (15/11/2020). Sayangnya, para pengunjung terlihat mengabaikan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19.

Para pengunjung terlihat banyak yang tidak mengenakan masker, sementara pengelola wisata juga tetap menerima pengunjung meski di dalam lokasi sudah padat dan sesak. Ratusan bahkan ribuan orang sudah memadati objek wisata pemandian air panas tersebut.

Di lokasi itu ada beberapa objek wisata pemandian air panas belerang. Semua lokasi wisata padat, terlihat dari ratusan mobil dan ratusan sepeda motor yang terparkir di setiap titik objek wisata itu.

Salah satu yang dipantau Waspadaaceh.com adalah salah satu pemadian air panas yang berada di ujung dekat kaki gunung. Pemandian ini berada di atas lokasi Pertamina Geothermal Energy (PGE) Sibayak Cluster A atau pembangkit panas bumi yang dikelola anak usaha PT Pertamina.

Di lokasi ini, terlihat banyak mobil yang parkir memadati lapangan parkir. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan unit, ditambah sepeda motor yang terparkir mencapai ratusan unit. Pengelola bahkan memberlakukan jalan keluar masuk satu arah. Kondisi mencemaskan bahkan terlihat di dalam pemandian ini, jumlah pengunjungnya penuh sesak.

Pengelola tetap menerima pengunjung masuk dengan harga tiket Rp15.000 per orang meski di dalam sudah padat. “Kami sampaikan di dalam sudah penuh. Lokasi tidak ada lagi tempat duduk dan pondok. Kalau masuk silahkan tapi tidak ada lagi pondok,” kata penjaga loket masuk.

Dia mengatakan tidak membatasi pengunjung, tapi sudah sejak awal dia menyampaikan ke pengunjung. Karena tidak ada istilah pengembalian uang tiket, maka sejak awal pihaknya memberitahukan ke pengunjung.

“Parah memang, gak ada pembatasan pengunjung. Orang masuk ke dalam tetap diterima, sementara lokasi parkir sudah tidak ada. Di dalam pun sesak, tidak ada sama sekali pembatasan walau sudah padat,” jelas Eko Bayu, kepada Waspadaaceh.com. Eko adalah warga Medan yang berkunjung ke lokasi wisata itu bersama keluarganya.

Seharusnya petugas dari Dinas Pariwisata Kabupaten Karo yang melakukan pengutipan retribusi, sejak awal membatasi pengunjung. Sebab padatnya pengunjung, apalagi tidak disiplin menjalankan prokes, terutama 3M, berpotensi terhadap penularan COVID-19. Padahal, dalam jajaran Tim Satgas COVID-19 kabupaten/kota, Dinas Pariwisata merupakan bagian tim Satgas.

“Harusnya kan dibatasi sejak awal ketika akan masuk di portal pintu, sebelum masuk ke objek wisata itu. Ketika di depan, kita tidak dibatasi. Harusnya kalau memang sudah padat dibatasi. Ini kan rawan penyebaran COVID-19,” tutur Lana Aulia, pengunjung dari Medan Marelan.

Lana dan Eko berharap harusnya objek wisata juga menjadi atensi pemerintah daerah khususnya Tim Satgas COVID-19 Kabupaten Karo. “Jangan karena menghasilkan retribusi pariwisata jadi mengkorbankan kesehatan orang lain,” tegasnya. (sulaiman achmad)

BERBAGI