Beranda Suara DPRK Aceh Besar Anggota DPRK Nasruddin: Seluruh Sektor di Aceh Besar Terdampak COVID-19

Anggota DPRK Nasruddin: Seluruh Sektor di Aceh Besar Terdampak COVID-19

BERBAGI
ILUSTRASI. Bupati Aceh Besar, Mawardi Ali saat menjajal arung jeram bersama peserta Kemah Keakaraban di Desa Jalin, Aceh Besar, Minggu (27/10/2019). (Foto/Ist)

Jantho (Waspada Aceh) – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar menilai, hampir semua sektor ekonomi terdampak pandemi COVID-19, khususnya di sektor ekonomi pariwisata semakin terlihat jelas efeknya.

Untuk itu sudah waktunya Pemkab Aceh Besar bisa lebih kreatif menggali dan menawarkan potensi wisata yang dimiliki Aceh Besar, dengan tetap mengedepankan keamanan kesehatan di masa pandemi ini.

“Sementara terhadap dampak pandemi COVID-19 pada bidang ekonomi pariwisata, memang jelas kelihatan efeknya. Tapi menurut hemat saya, bukan hanya sektor wisata yang terpukul, hampir seluruh sendi kehidupan mengalami goncangan akibat penyebaran COVID-19,” kata Anggota DPRK Aceh Besar, Nasruddin M Daud, kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (14/11/2020).

Nasruddin menjelaskan kondisi paling parah antara bulan Mei sampai dengan September 2020. Lalu, memasuki bulan November ini, tren dan kurva kasus COVID-19 mulai menunjukkan gejala penurunan.

“Harapannya memasuki tahun 2021 kondisi semua sektor kehidupan, mulai ekonomi rakyat, pasar tradisional, UMKM, perdagangan, pendidikan dan pariwisata dapat pulih secara perlahan,” ujar politisi dari Partai Daerah Aceh (PDA) ini.

Lalu, memasuki normal baru dan penghujung tahun 2020 ini, dia menilai menjadi kesempatan Pemkab Aceh Besar untuk menggali potensi objek wisata lain. Tujuannya, adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta retribusi daerah.

Anggota DPRK Aceh Besar, Nasruddin M Daud. (Foto/Ist)

“Di banyak tempat, sektor parawisata menjadi penyumbang atau berkontribusi besar bagi pendapatan daerah. Aceh Besar sebetulnya memiliki banyak objek wisata yang lumayan bagus dan indah bila dapat dikembangkan secara profesional,” jelasnya.

Dia menuturkan pariwisata Aceh dengan Wisata Bahari Ie Seum, Buket Jalen dengan Arung Jeram dan Air Terjun Peucari Jantho, Taman Safari Dicucum, Tanoh Abee wisata Islam dengan kitab kunonya, Lubok dengan kampung wisata tradisi dan kuliner Aceh.

“Masih terdapat sejumlah potensi wisata dapat dikembangkan baik oleh Pemkab atau pihak swasta. Tapi itu semua dengan catatan dikelola secara baik diyakini akan memberi dampak multiplayer efect terhadap pertumbuhan ekonomi rakyat mengingat sektor wisata bersinggungan langsung dengan sektor jasa,” tegasnya.

Dia menegaskan intinya pemerintah harus hadir dengan konsep dan rencana induk pariwisata yang lebih konkrit. Tujuannya, agar pengembangan sektor pariwisata dapat lebih terarah dan retribusi meningkat. (sulaiman achmad)

BERBAGI