Beranda Life Style Pernahkah Anda Mengonsumsi Jagung Ungu? Ini Manfaatnya

Pernahkah Anda Mengonsumsi Jagung Ungu? Ini Manfaatnya

BERBAGI
ILUSTRASI. Jagung ungu yang banyak manfaat. (Foto/Ist)

Pernahkah anda mengonsumsi jagung ungu? Jagung yang fisiknya memang berwarna ungu. Banyak juga yang menyebutnya sebagai jagung pulut. Hanya saja, jagung pulut ada juga yang berwarna putih.

Tekstur jagung ungu ini memang berbeda dengan jagung biasa. Jagung ungu atau jagung pulut terasa pulen, dan lebih kenyal dari jagung kebanyakan. Bisa disebut, teksturnya agak mirip pulut.

Berdasarkan suatu riset, warna ungu di dalam jagung itu memiliki kandungan zat antosianin. Antosianin bersifat sebagai anti-oksidan di dalam tubuh untuk mencegah terjadinya aterosklerosis, penyakit penyumbatan pembuluh darah.

Antosianin bekerja menghambat proses aterogenesis dengan mengoksidasi lemak jahat dalam tubuh, yaitu lipoprotein densitas rendah. Antosianin juga melindungi integritas sel endotel yang melapisi dinding pembuluh darah sehingga tidak terjadi kerusakan. Selain itu, antosianin juga merelaksasi pembuluh darah untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler lainnya.

Jadi jagung ungu ini memang memiliki manfaat bagi kesehatan manusia. Antosianin juga dikenal mampu melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindungi otak dari kerusakan.

Selain itu, beberapa studi juga menyebutkan bahwa senyawa tersebut mampu mencegah obesitas dan diabetes, meningkatkan kemampuan memori otak dan mencegah penyakit neurologis, serta menangkal radikal bebas dalam tubuh. Zat antosianin juga sangat berguna untuk menjauhkan kita dari kanker usus besar.

Begitu banyak manfaat yang dihasilkan oleh jagung ungu untuk kesehatan. Hanya saja masih belum banyak petani yang membudidayakan tanaman jagung ungu ini di Indonesia.

Tapi di Medan sudah ada juga warga yang mencoba membudidayakan jagung ungu ini, dan bisa panen sesuai harapan. Salah satunya Juwita, 55, yang coba membudidayakan jagung ungu ini di lahan yang berada di daerah Bandar Setia, Deliserdang, tidak jauh dari kota Medan.

Kepada Waspadaaceh.com, Jumat (6/11/2020), Juwita mengaku baru mencoba menanam jagung ungu untuk dua rante. “Sayangnya harga bibitnya masih mahal mas. Harga bibit perbungkus Rp160 ribu, bisa untuk tanam dengan luas 1 rante (20 x 20 meter),” lanjut Juwita.

Kata ibu rumah tangga ini, setelah dua bulan, bisa panen. Untuk satu rante bisa panen jagung ungu sekitar 200 Kg. Biasanya di pasaran, jagung ungu ini dijual dengan harga antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Tergantung kualitasnya. (sulaiman achmad)

BERBAGI