Tersangka Pembunuh Bocah Rangga dan Pemerkosa Dilaporkan Tewas

    BERBAGI
    Tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang bocah Rangga, 9, berinisial SB, 40, dilaporkan meninggal dunia, Minggu (18/10/2020). Kini jenazah almarhum ada di RSUD Langsa. (Foto/Ist)

    Langsa (Waspada Aceh) – Tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang bocah Rangga, 9, berinisial SB, 40, dilaporkan meninggal dunia, Minggu (18/10/2020). Kini jenazah almarhum ada di RSUD Langsa.

    Hingga Minggu menjelang siang (18/10/2020), Waspadaaceh.com, belum memperoleh keterangan resmi terkait meninggalnya SB. Namun ada juga informasi menyebutkan, sebelumnya jenazah SB dibawa mobil ambulance ke rumah sakit tersebut, pada dinihari.

    SB adalah warga Desa Alue Gadeng Kecamatan Birem Bayeun Kabupaten Aceh Timur. Dia diduga memperkosa seorang ibu rumah tangga berusia 28 tahun, kemudian membunuh anak korban beranama Rangga, 9 tahun. Bocah ini dibunuh setelah berusaha mencegah tersangka memperkosa ibunya.

    Sumber di RSUD Langsa mengakui bahwa SB telah meninggal dunia. “Benar pelaku pembunuhan dan pemerkosaan meninggal dunia pukul 08:45 WIB,” tutupnya singkat.

    Sebelumnya dilaporkan, SB masuk ke rumah korban ketika ayah Rangga sedang keluar rumah. SB kemudian memperkosa ibu muda itu, dan saat bersamaan Rangga terbangun dan berusaha menolong ibunya. Tapi kemudian pelaku SB membacok bocah itu hingga meninggal.

    Lokasi rumah korban yang berada di sekitar perkebunan sawit, jauh dari warga lainnya, menyebabkan teriakan minta tolong korban tidak didengar, sehingga SB dengan leluasa melakukan kejahatannya.

    SB selanjutnya mengikat tangan ibu Rangga, dan memasukkan jasad Rangga yang sudah tewas ke dalam karung. Tersangka pelaku SB kemudian membawa keduanya ke dalam hutan kebun sawit.

    Pelaku membawa para korban hingga ke pinggir sungai, sedangkan korban perkosaan itu dalam posisi kaki dan tangan diikat. Kemudian korban diperkosa kembali oleh pelaku.

    Saat pelaku turun ke sungai, ibu muda ini berhasil melarikan diri, dan meminta bantuan ke warga. Karena tidak sanggup menggendong anaknya Rangga yang berada dalam karung, korban meninggalkannya di lokasi kejadian.

    Kemudian aparat kepolisian, TNI dan warga setempat, berhasil meringkus SB di tempat persembunyiannya, pada Minggu (11/10/2020). Saat ditangkap, SB dilaporkan berusaha melawan, sehingga dia dihadiahi tiga tembakan yang membuatnya lumpuh. SB kemudian menjalani perawatan dalam status tahanan.

    Belum diperoleh laporan, apakah SB meninggal karena penyakit yang dideritanya atau karena sebab lain. Sebab sebelumnya dikabarkan SB sempat mengeluh karena sesak nafas. (Ria)

    BERBAGI