Pemilih di Medan 1,6 Juta Orang, KPU Simulasikan Prokes COVID-19

    BERBAGI
    Pilkada Medan diikuti dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Kedua pasangan itu, yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dengan nomor urut 1 dan nomor urut 2 Bobby Nasution - Aulia Rachman. (foto/sulaiman achmad)

    Medan (Waspada Aceh) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) untuk gelaran Pilkada Kota Medan pada 9 Desember 2020, mencapai 1.601.001 jiwa (orang).

    Jumlah DPT sebesar itu dengan rincian laki-laki 781.953 jiwa dan perempuan 819.048 jiwa. KPU juga melakukan simulasi Protokol Kesehatan (Prokes) COVID-19, untuk pencoblosan di tempat pemungutan suara (TPS) dan proses perhitungan suara.

    “DPT Kota Medan sebanyak 1.601.001 jiwa yang terdiri dari laki-laki 781.953 dan perempuan 819.048 jiwa,” kata Komisioner KPU Medan, Nana Miranti, Jumat (16/10/2020).

    Nana mengatakan, jumlah itu berkurang sekitar 13.614 dari sebelumnya yang ada di DPS (Daftar Pemilih Sementara) dalam penetapan pada 12 September 2020. Data sebelumnya, dari DPS sebesar 1.614.615 jiwa dengan rincian 825.903 jiwa untuk perempuan dan 788.712 jiwa untuk pemilih laki-laki.

    Mantan wartawan harian ekonomi di Medan ini menjelaskan bahwa penetapan DPT itu sudah memasukan rekomendasi atas temuan Bawaslu karena adanya data ganda di DPS. Rekomendasi itu, sebanyak 36 ribu jiwa data ganda dan dari hasil penelusuran, ternyata hanya 1.218 data ganda di DPS.

    Pilkada Medan yang akan memilih calon wali kota ini, diikuti dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan. Kedua pasangan itu, yakni Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dengan nomor urut 1 dan nomor urut 2 Bobby Nasution – Aulia Rachman.

    KPU Simulasi Prokes COVID-19

    Sebelumnya, pada, Selasa (13/10/2020), Pjs Wali Kota Medan diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Medan, Sulaiman Harahap, hadir dalam acara Rapat Koordinasi Panduan Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara dengan Protokol Kesehatan (Prokes) serta penggunaan Sirekap di tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

    Kegiatan itu diadakan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan di Jalan Kejaksaan Medan, Selasa (13/10/2020). Simulasi itu sebagai upaya KPU Medan untuk meminimalisir paparan dan penyebaran COVID-19.

    Pertemuan itu dihadiri juga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan, perwakilan Bawaslu Kota Medan serta perwakilan Tim Sukses dari kedua pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan.

    Dalam pertemuan itu membahas tentang skenario pelaksanaan simulasi pemungutan dan perhitungan suara dengan Prokes pada Pilkada 9 Desember 2020 mendatang.

    Ketua KPU Medan, Agussyah Ramdhani Damanik, mengatakan simulasi ini penting demi kelancaran pelaksanaan Pilkada Kota Medan di tengah pandemi COVID 19.

    “Simulasi ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu (17/10/2020) di Taman Bunga. Pada simulasi nanti kita akan benar-benar menyelenggarakan dengan se-riil mungkin. TPS-nya nyata begitu juga dengan pemilihnya,” ujarnya.

    Untuk TPS dan pemilih yang akan disimulasikan, sambung Agussyah, adalah TPS 6 Kelurahan Petisah Tengah Kecamatan Medan Petisah.

    “Nantinya pemilih yang terlibat sebanyak 325 orang yang nanti akan dibagi dalam beberapa gelombang waktu. Pelaksanaan simulasi ini akan berlangsung dari pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, mulai dari persiapan para petugas hingga akhir pelaksanaannya. Semua akan dilakukan sebagaimana keadaan sesungguhnya,” katanya.

    Agussyah juga mengatakan simulasi ini, selain dilaksanakan secara langsung dan dipantau secara bersama oleh Pjs Wali Kota Medan, unsur Forkopimda Kota Medan, Bawaslu dan perwakilan dari timses (tim sukses) kedua paslon, nantinya juga akan ditayangkan secara live streaming di akun halaman KPU Medan.

    “Diharapkan kepada Pemko Medan agar dapat sosialisasikan kepada camat, lurah dan kepling agar dapat melihat simulasi. KPU juga mengharapkan simulasi ini dapat dievaluasi untuk diperbaiki pada pelaksanaan Pilkada mendatang,” ungkap Agusyah.

    Selain untuk pelaksanaan Pilkada 9 Desember mendatang, simulasi yang telah direvisi bersama ini nantinya akan dituangkan dalam bentuk peraturan penyelenggaraan pemilu pada masa pandemi COVID-19. (sulaiman achmad)

    BERBAGI