Mucikari Ngaku Korban Prostitusi Anak Butuh Uang Buat Bayar Kredit Motor

    BERBAGI
    Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian bersama Kasat Reskrim Iptu Ferdian Chandra saat mnggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (15/10/2020). (Waspada/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Wanita yang menjadi tersangka mucikari prostitusi anak di Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Aceh, IFR, 38, mengaku anak-anak perempuan itu yang datang menjumpainya meminta job (pekerjaan), dengan mencarikan pria berduit buat membayar kredit sepeda motor.

    ”Mereka datang menjumpai saya. Kak, tolong saya carikan job, saya butuh duit buat bayar keredit Honda. Lalu saya bilang, itu ada laki-laki, kalian saja urus sendiri,” kata IFR, yang akrab disapa Rrn, ketika ditanya wartawan di Mapolres Pidie, Kamis (15/10/2020).

    Menurut cerita Rrn, pertemuan anak-anak perempuan itu dengan para pria hidung belang dilakukan oleh mereka sendiri. Setelah mereka berjumpa, lalu anak-anak perempuan itu menjumpainya dan memberikan uang kepadanya Rp50.000.

    “Saya ada tiga kali dikasih uang oleh anak-anak tersebut. Masing-masing Rp50.000,” katanya.

    Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian, mengatakan, dua anak perempuan di bawah umur itu menjadi korban prostitusi anak yang diduga dikendalikan oleh IFR. Hal ini sesuai keterangan kedua korban.

    “Bahwa keduanya telah diperdagangkan kepada laki-laki hidung belang atau penikmat seks oleh tersangka IFR, dari Juli 2020 sampai September 2020, kepada tiga orang laki-laki dengan bayaran sebesar Rp200.000 sampai dengan Rp500.000,” katanya.

    Salah seorang anak mengaku diperdagangkan empat kali kepada tiga orang tersangka, salah satunya toke buah salak, dan tersangka yang masih DPO.

    “Toke salak berinisial IW, begitu pun DI, sudah kita tangkap. Tinggal satu lagi IM melarikan diri, dan yang bersangkutan sekarang sudah kita tetapkan sebagai DPO,” tegas AKBP Zulhir Destrian.

    Kasat Reskrim Polres Pidie Iptu Ferdian Chandra, menambahkan, penangkapan terhadap satu tersangka mucikari dan dua pria penikmat seks anak di bawah umur itu terungkap dari pemeriksaan tiga pasangan remaja. Sebelumnya pasangan remaja non muhkrim ketahuan melakukan pesta seks di salah satu rumah kosong di Gampong Reun-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie, beberapa waktu lalu.

    Dari enam pelaku mesum tersebut empat diantaranya masih di bawah umur dan sampai sekarang, sebut dia, masih ditahan di dalam Sel Maolres Pidie. (b06)

    BERBAGI