Abaikan Prokes COVID-19, Pasar Tangse Rentan Penularan

    BERBAGI
    Beginilah suasana hari pekan di Pasar Tradisional Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Selasa (22/9/2020). Ramai warga yang datang berbelanja di pasar mengabaikan rotokoler kesehatan, mereka tidak memakai masker. (Waspada/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Kasus positif virus Corona (COVID-19) di Kabupaten Pidie, Aceh, terus meningkat seiring munculnya klaster baru, dari perkantoran hingga pasar. Sementara itu di pasar tradisional di Kecamatan Tangse, pelaksanaan protokol kesehatan diabaikan masyarakat.

    Pantaun Waspada, Selasa (22/9/2020), suasana di pasar tradisional Kecamatan Tangse, tepatnya di depan kantor camat, tampak sangat ramai. Apalagi, hari Selasa adalah hari pekan bagi warga yang bernomisili di kecamatan dataran tinggi tersebut.

    Terlihat beberapa anggota TNI AD berseragam loreng mengenakan masker, berjalan di antara kerumunan warga yang sedang berbelanja, tanpa masker. Di dalam lokasi pasar terlihat keramaian hampir di semua kios yang dibangun seadanya tersebut.

    Satu kios dalam waktu bersamaan bisa disambangi pembeli 4-8 orang. Terlihat juga beberapa pedagang tidak memakai masker. Kalau pun punya masker, mereka menggantungnya di leher. Beberapa pedagang dan pembeli juga membawa anak-anak. Bahkan mereka dibiarkan bermain di lingkungan pasar tanpa masker.

    Bidang Keamanan Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pidie, yang juga Kabag Ops Polres Pidie AKP Iswahyudi, Rabu (23/9/2020) mengatakan, upaya pendisiplinan masyarakat terus dilakukan dengan mengedepankan Perbup Pidie No 41 Tahun 2020 yang telah diqanunkan.

    Semua masyarakat termasuk pedagang, pembeli semua diawasi, diingatkan dan bahkan diberi sangsi apabila tidak mematuhi protokol kesehatan. Upaya pendisiplinan masyarakat itu, kata AKP Iswahyudi, tidak saja dilakukan pada tingkat ibu kota Sigli saja, tetapi sampai di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie.

    “Setiap hari kita imbau untuk mendisiplinkan masyarakat agar patuh pada prokol kesehatan. Untuk tingkat kecamatan ini terdiri dari Polsek, Koramil, dan staf camat dan petugas kesehatan dari Puskesmas. Di kecamatan tidak ada Satpol PP,” katanya.

    Secara umum, imbuh AKP Iswahyudi, Kabuaten Pidie dari wilayah kuning sekarang sudah menjadi orange. Setiap hari ada saja warg yang terpapar COVID-19 dan bahkan ada yang meninggal dunia.

    “Karena itu kesadaran masyarakat kita ini belum tinggi untuk mematuhi prokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan sebagainya,” terang AKP Iswahyudi.

    Camat Tangse, Muhammad Irfan Islami, mengatakan, upaya pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan COVID-19, selalu ada dilakukan pihaknya. Namun ketika hari pekan, di mana masyarakat ramai turun berbelanja, imbauan dan patroli kebetulan tidak dilakukan.

    “Selasa memang di sini hari pekan, bang. Kebetulan kemarin kami tidak melakukan operasi dan razia penertiban prokol kesehatan. Kalau hari ini Rabu (23/9/2020), kami sedang melakukan razia,” tandasnya (b06)

    BERBAGI