Beranda Info Aceh Jaya Temui Mentan, Bupati Aceh Jaya Paparkan Capaian Sektor Pertanian

Temui Mentan, Bupati Aceh Jaya Paparkan Capaian Sektor Pertanian

BERBAGI
Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB saat beraudiensi dengan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, Kamis (27/8/2020). (Foto/Ist)

Aceh Jaya (Waspada Aceh) – Bupati Aceh Jaya, T Irfan TB, kembali melakukan audiensi kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo, di Gedung Kementerian Pertanian, Jalan R.M. Harsono No. 3 Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2020)

Dalam audiensi tersebut turut dihadiri seluruh Dirjen, baik Dirjen Perkebunan, Dirjen Peternakan dan Dirjen Tanaman Pangan.

Buapti Aceh Jaya, T Irfan TB ketika dihubungi menjelaskan, saat audiensi dia menyampaikan beberapa persoalan di sektor pertanian yang telah diterapakan di Aceh Jaya.

“Saat ini, kita punya luas lahan baku sawah 7.713 Ha, yang sudah ditanam seluas 3000 Ha. Sedangkan lahan baku jagung seluas 3.900 Ha, yang sdh ditanam 2,600 Ha lebih,” terangnya

Oleh karena itu, lanjutnya, kepada Meteri Pertanian telah disampaikan beberapa kebutuhan mendasar yang perlu segera diperhatikan secara serius

“Kita butuh mesin penggilingan padi, prasarana pasca panen hingga perluasan areal tanam. Baik padi, jagung dan beberapa komoditi unggulan lainnya. Pada prinsipnya, beliau merespon baik atas penyampaian ini,” ungkap Bupati Irfan.

Untuk itu, tambahnya, Mentan menyampaikan agar dinas teknis serius untk mengurus sisa lahan yang belum terbantu serta terus menyampaikan pelaporan perkembangan ke Kemeterian Pertanian

Selain itu, menteri juga menyampaikan, untuk terus meningkat produksi tanaman pangan, baik padi, jagung dan lainnya. Karena sektor pertanian merupakan kebutuhan pokok secara terus menerus.

“Kementan akan mendorong daerah untuk pengembangan ke arah itu,” pungkasnya.

Bupati Irfan juga menjelaskan jika dia juga menyampaikan terkait pengadaan lahan untuk eks kombatan GAM

“Pada prinsipnya Mentan mendukung program tersebut. Namun beliau juga menyampaikan agar diperhatikan juga terhadap komunitas masyarakat lainnya untuk pengembangan sektor pertanian,” tutupnya. (Zammil)

BERBAGI