Beranda Tausiah Ustadz Amiruddin di Marelan: Jadikan 1 Muharram Momentum Hijrah Kepribadian

Ustadz Amiruddin di Marelan: Jadikan 1 Muharram Momentum Hijrah Kepribadian

BERBAGI
Tampak para jamaah yang sebagiannya adalah kaum ibu, antusias mendengarkan ceramah agama ustadz Amiruddin Nurus, di Medan Marelan, dalam rangkat peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriyah. (Foto/Sulaiman Achmad)

Medan (Waspada Aceh) – Ustadz Amiruddin Nurus mengajak ummat menjadikan momentum 1 Muharram 1442 H sebagai titik hijrah kepribadian muslim yang lebih baik lagi dari sebelumnya. Apalagi momentum hijrah ini juga dapat mencontoh yang telah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.

“Almanak hijriyah bulan dalam Islam, yang ditetapkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dan ditetapkanlah bulan Muharram sebagai awal tahun hijriyah dalam 12 bulan,” kata Ustadz Amiruddin mengawali pembukaan peringatan 1 Muharram 1442 Hijriyah yang dihadiri ratusan orang di Lapangan Gang Kembar Medan Marelan Kota Medan, Rabu malam (19/8/2020).

Sebagai mana diketahui, 1 Muharram menurut tanggal Masehi, jatuh pada tanggal 20 Agustus 2020. Amiruddin juga menyampaikan bahwa sebagai umat muslim, harus memperingati 1 Muharram, tidak seperti tahun baru Masehi.

“Boleh saja, kita memperingati 1 Muharram agar lebih memahami tahun atau almanak hijriyah bulan dalam Islam. Jangan cuma mengingat tahun Masehi saja. Jadikan ini sebagai momentum untuk hijrah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Amiruddin melanjutkan, peringatan tahun baru Islam bukan dengan berpesta pora tapi dengan muhasabah, yakni dengan perbuatan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Contohnya, jika ibu-ibu belum memakai hijab maka ini lah saatnya. Jika sebelumnya shalat sendiri-sendiri maka mulai lah mendirikan shalat dengan berjamaah.

“Kalau tahun baru, tujuannya yang dicari adalah kita bermuhasabah. Jangan sampai kita Islam, tidak tahu kapan kita tahun baru Islam. Kalau urusan duniawi, kerja dan identitas seperti tanggal lahir boleh kita pakai tahun Masehi. Tapi kalau untuk ibadah, kita pakai almanak tahun baru hijriyah,” jelasnya.

Apalagi, peringatan tahun baru hijriyah ini, bersamaan dengan perisitiwa hijrah yang terjadi dari Mekkah ke Madina. Itu suatu kewajiban yang didatangkan dari Allah kepada Nabi. Karena itu kewajiban itu adalah ibadah.

“Pada saat itu, ada ummat yang menolak kewajiban itu datangnya dari Allah mereka adalah murtad. Lalu, amalan yang paling baik dalam hidup ini adalah membaca Al Qur’an. Mari kita gemarkan membaca Al Qur’an karena kita akan mendapatkan safa’atnya nanti,” ungkapnya.

Amiruddin juga mengajak untuk mengamalkan puasa pada 10 muharram nanti. “Mari kita amalkan dan dijamin oleh Allah untuk dimudahkan dan dimuliakan kehidupannya serta dikabulkan doanya oleh Allah. Ditambah lagi dengan menyantuni anak-anak yatim,” tegasnya.

Dalam acara ini, juga turut dihadiri tokoh-tokoh agama Medan Utara serta diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Andika Putra dan tilawah oleh Monika. (sulaiman achmad)

BERBAGI