3 Dokter di Sigli Positif Corona, 38 Petugas Medis Jalani Isolasi

    BERBAGI
    Wadir RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, dr Ikhsan, SpOT didamping Direktur dr Muhammad Yassir, SpAn, saat memberikan keterangan pers di salah satu restoran di Kota Sigli, Rabu (12/8/2020). (Waspada/Muhammad Riza)

    Sigli (Waspada Aceh) – Tiga dokter spesialis di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, dilaporkan positif terinfeksi virus Corona (COVID-19), dan satu dokter umum gejala COVID-19, sementara 38 petugas medis diwajibkan jalani isolasi.

    Ketiga orang dokter spesialis itu disebut sebagai tim medis yang merawat langsung seorang pejabat yang menjadi pasien COVID-19, yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu, di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli. Sedangkan satu dokter umum yang saat ini sedang melakukan isolasi mandiri karena dicurigai dengan gejala COVID-19.

    Wakil Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, dr Ikhsan, SpOT dalam konferensi pers yang digelar di Sigli, Rabu (12/8/2020), menolak menyebutkan nama ke empat dokter yang kini sedang menjalani isolasi mandiri karena terpapar COVID-19. Dia membenarkan tiga dokter spesialis tersebut kini terpapar virus Corona.

    Mereka terinveksi virus mematikan itu, kata dia, karena melakukan kontak langsung dengan salah seorang pasien COVID-19, yang kini telah meninggal dunia.

    Hal itu, kata dia, diketahui setelah pihaknya memperoleh hasil pemeriksaan cepat yang dilakukan di laboratorium Fakultas Kedokteran Unsyiah, Banda Aceh, Selasa (11/8/2020) sekira pukul 23:40 Wib.
    Selain, itu dari hasil tracking yang dilakukan pihaknya selama dua hari, terdapat juga sebanyak 38 tenaga medis yang diduga melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut, kini juga diwajibkan melakukan isolasi.

    Sebelumnya, pada kasus yang lain, dr Ikhsan juga melaporkan satu orang dokter spesialis di RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, telah duluan terinfeksi virus Corona.

    “Menyikapi kasus COVID di Pidie ada satu teman sejawat kami yang juga dokter ahli telah duluan terinveksi Covid. Itu terjadi saat teman sejawat kami melakukan perjalanan ke luar Pidie,” katanya.

    Sarana Terbatas

    Didampingi Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, dr Muhammad Yassir, SpAn, dr Ikhsan mengungkapkan, keterbatasan sarana dalam merawat pasien COVID-19, saat ini menjadi permasalahan mereka. Terutama, lajut dia, dalam hal sarana pelacakan. Hal ini, sebut dia, bukan saja menjadi kendala bagi RSUD Tgk Chik Ditiro, tetapi juga di rumah sakit lainnya yang ada di seluruh Indonesia.

    Hadir pada acar konferensi pers itu, selain Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro, dr Muhammad Yassir, SpAn, dan Kabid Pelayanan dr Dwi Widjaya. (b06)

    BERBAGI