Beranda Aceh 4 Dokter RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Dikhawatirkan Terpapar COVID-19

4 Dokter RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli Dikhawatirkan Terpapar COVID-19

BERBAGI
Petugas Tim Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Pidie sedang berdoa usai memakamkan almarhum pejabat Pidie berinisial EF, Jumat (7/8/2020). (Waspada/Ist)

Sigli (Waspada Aceh) – Empat orang staf medis di RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Kabupaten Pidie, terpaksa menjalani isolasi karena dikhawatirkan terpapar virus Corona (COVID-19).

Tiga orang diantaranya disebut-sebut karena kontak langsung dengan EF, pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Sedangkan satunya lagi terpapar COVID-19 saat merayakan Idul Adha di Kota Banda Aceh.

Tidak disebutkan nama ke empat staf medis RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli yang diduga terpapar virus Corona. Namun disebut-sebut, keempatnya adalah dokter spesialis.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Waspada dari lingkungan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, selain empat staf medis, isolasi juga dilakukan oleh sejumlah keluarga mereka, karena diduga juga dikhawatirkan terpapar virus Corona.

Kabid Pelayanan RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, Kabupaten Pidie, dr Dwi Widjaya, saat dikonfirmasi Waspada, Senin (10/8/2020), menjelaskan saat ini pihaknya masih melakukan tracking (deteksi-red) terhadap ratusan tenaga kesehatan dan tim medis RSUD Tgk Chik Ditiro. Terutama, kata dia, terhadap mereka yang sempat melakukan kontak langsung dengan almarhum EF.

“Kalau tenaga medis kita ada satu orang, tetapi bukan disebabkan dari pasien EF. Satu orang tenaga medis kita yang positif COVID-19 ini dia baru pulang dari Kota Banda Aceh. Artinya, bukan dari pasien EF,” kata dr Dwi Widjaya.

Dia mengungkapkan sampai saat ini baru diketahui satu orang staf medis RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, yang positif terpapar COVID-19. Saat ini yang bersangkutan bersama keluarganya sedang menjalani isolasi.

Hingga berita ini diturunkan, pukul 16:00 WIB, Senin (10/8/2020), managemen RSUD Tgk Chik Ditiro, Sigli, masih melakukan tracking tehadap ratusan tenaga kesehatan dan medisnya.

“Sekarang kami masih melakukan tracking terhadap karyawan terutama mereka yang sempat melakukan kontak langsung dengan almarhum EF,” tandas dr Dwi Widjaya. (b06)

BERBAGI