Beranda Aceh 3 Perusahaan Komit Laksanakan Reboisasi di Agara

3 Perusahaan Komit Laksanakan Reboisasi di Agara

BERBAGI
Warga setempat terlihat tengah menyulam tanaman yang mati di dalam area Reboisasi Hutan dan Lahan (RHL) di hutan dan perkebunan petani Aceh Tenggara. (Foto/Ist)

Kutacane (Waspada Aceh) – Tiga perusahaan menyatakan berkomitmen dan konsisten melaksanakan Reboisasi Hutan dan Lahan (RHL), untuk tujuan penghijauan perkebunan masyarakat Aceh Tenggara yang masih termasuk dalam kawasan hutan lindung.

Arman, salah seorang pengawas lokal perusahaan Jara Kemilau, Cahaya Mulia dan Sumber Rezeky, yang menangani sebagian rehabilitasi hutan dan lahan di Aceh Tenggara kepada Waspada, Sabtu (8/8/2020) mengatakan, saat ini ketiga perusahaan tersebut tengah melaksanakan penyulaman, pemupukan, penyiangan dan antisipasi hama, terutama hama jenis belalang.

Ada pun jenis tanaman dari ketiga perusahaan tesebut yakni, durian, alpukat, petai, jengkol, duku, kemiri, kopi, cengkeh dan mangga. Semua lahan yang ditanam tersebut terletak di hutan Lawe Sigala-gala Tanah Baru dan Lawe Tua untuk perusahaan Jara Kemilau dengan luas area tanam 230 Hektare.

Untuk perusahaan Cahaya Mulia dengan luas area tanam 128 hektare, lokasinya terdapat di hutan Kute Lawe Beringin Gayo Kecamatan Semadam, sedangkan CV Sumber Rezeki luas areal tanam yakni 600 hektare, lokasinya terletak di hutan Kute Suka Rimbun dan Kute Lawe Penanggalan dengan luas area tanam 200 hektare.

Kendati mengakui tak berhasil seratus persen, ujar Arman, namun pihak perusahaan tetap komit melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan di dalam dan di luar hutan dengan hasil yang maksimal. Perusahaan tetap mengedepankan tujuan untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan. Harapannya akan memberi daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga.

Selain itu, tujuan penyelenggaraan rehabilitasi hutan lahan adalah menurunkan degradasi hutan dan lahan serta memulihkan lahan-lahan rusak, kritis agar dapat berfungsi sebagai media produksi dan media tata air.

Arman juga berkeyakinan, dengan 558 hektare total luas area tanam bagi ketiga perusahaan tersebut dan setara dengan 223.200 batang tanaman di dalam maupun di luar hutan, diprediksi akan mampu mengurangi tingkat degradasi hutan dan lahan yang ada di Aceh Tenggara.

Informasi diterima Waspadaaceh.com, dari berbagai sumber, selain ketiga perusahaan tersebut, masih ada beberapa perusahaan lainnya yang melaksanakan rehabilitasi hutan dan lahan di hutan Aceh Tenggara. Antara lain CV Atarik dengan luas area tanam seluas 240 hektare di hutan Simpang Permata Musara dan di hutan Kute Serakut Kecamatan Leuser.

Selian itu, masih ada perushaan lain yang mempercayakan pelaksanaan RHL di Aceh Tenggara, di hutan Kute Pintu Alas Lawe Pakam Kecamatan Babul Makmur dan di hutan Kute Jongar dan beberapa wilayah lainnya yang menjadi sorotan publik karena diduga dikerjakan tak seusai, seperti di Kute Pintu Alas Lawe Pakam Kecamatan Babul Makmur. (Ali Amran)

BERBAGI