Beranda Aceh Jelang Musda, Suksesi Partai Golkar Agara Mulai Memanas

Jelang Musda, Suksesi Partai Golkar Agara Mulai Memanas

BERBAGI
Pengurus Harian DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara, Arnold Naiputupulu, memberi keterangan pers terkait Musda yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Agustus 2020. (Foto/ali amran)

Kutacane (Waspada Aceh) – Suksesi kepemimpinan Partai Golkar Aceh Tenggara menjelang Musda (musyawarah daerah), mulai memanas, menyusul munculnya beberapa nama calon kandidat ketua partai berlambang pohon beringin itu.

Informasi diterima Waspadaaceh.com, dari sumber yang layak dipercaya menyebutkan, selain nama pengurus DPP, M.Salim Fakhri, muncul beberapa nama lainnya, seperti Denny Febrian Roza, yang kini menjabat sebagai Ketua DPRK Aceh Tenggara. Nama lainnya adalah Beni Novian, dari Golkar kecamatan.

Nama-nama kandidat ini bakal muncul meramaikan bursa calon Ketua Golkar Aceh Tenggara, pada Musda yang akan digelar di Kutacane, 18 Agustus 2020. Musda ini akan memilih pengurus baru, yang saat ini partai berseragam kuning ini dipimpin oleh Hasanuddin Beruh, mantan Bupati Aceh Tenggara dua periode.

Rumor menyebutkan, suara peserta Musda terutama dari pengurus kecamatan yang akan memilih M.Salim Fakhri, tampaknya bakal terpecah. Menyusul munculnya nama kandidat dari pengurus kecamatan serta majunya Denny Febrian Roza dan nama Samsiar, Arnold, Gabe Martua Tambunan serta Samsudin Tajma.

Pengurus Harian DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara, Arnold Napitupulu, Gabe Martua Tambunan, Samsiar dan Dian Reza Pahlevi, kepada Waspada, Jumat (7/8/2020) membenarkan, bakal munculnya beberapa nama calon kandidat Ketua DPD II Partai Golkar Aceh Tenggara.

“Hak semua pengurus Partai Golkar untuk maju menjadi calon Ketua DPD II sama dan tidak ada dibedak-bedakan. Siapa saja yang berkeinginan maju kita persilahkan. Asalkan memenuhi persyaratan, silahkan mendaftar,” ujar Arnold.

Sebelumnya, pengurus sayap partai, Beni Novian, berharap agar Musda kali ini berjalan sesuai aturan dan jangan ada intervensi dari pengurus partai di tingkat provinsi dan pengurus partai di tingkat pusat.

”Ikuti saja aturan sesuai PP nomor 2 Tahun 2020, karena Musda Partai Golkar kali ini, calon ketua tidak harus mendapat rekomendasi dari DPP,” ujar Beni. (Ali Amran)

BERBAGI