Idul Adha, 4 Dokter dan 1 Perawat di Aceh Positif COVID-19

    BERBAGI
    Para petugas medis RSUD Teuku Umar Calang, Aceh Jaya, sedang melakukan persiapkan merujuk seorang pasien reaktif COVID-19 ke RSUDZA, Rabu (29/7/2020). (Foto/Zammil)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Setelah Aceh memecah rekor karena dalam sehari menemukan 74 kasus baru positif Corona, Jumat hari ini (31/7/2020), bertepatan Hari Raya Idul Adha, empat dokter dikonfirmasi positif COVID-19.

    Ke empat dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah dr.Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh ini termasuk di antara 13 orang pasien yang hari ini terkonfirmasi positif Corona di Provinsi Aceh.

    Terkait semakin meningginya jumlah kasus COVID-19, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, telah mengeluarkan perintah larangan kepada ASN di lingkup Setda Aceh untuk pulang kampung merayakan Idul Adha. Para pegawai diminta tetap stand by berada di lokasi tugasnya masing-masing.

    “Kondisi mengkhawatirkan, semua SKPA harus siaga-1,” tegas Nova Iriansyah dalam pesan Watts Apps yang ditujukan kepada seluruh ASN Provinsi Aceh, yang diterima Waspada, Jumat (31/7/2020).

    Nova minta ASN utk menunjukkan sense of crisis/awareness. “Saya minta tidak ada yang berlibur, dan (harus) stand by, sewaktu-waktu saya minta merapat,” sambung Nova.

    Nova menambahkan, pihaknya harus mengambil sikap tegas dan keras dalam waktu dekat. “Mari berdoa, semoga tidak ada outbreak ba’da Idul Adha,” demikian Plt Gubernur Aceh.

    Kembali ke soal lonjakan angka kasus positif Corona di Aceh, Anggota Tim Satuan Tugas COVID-19 Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Safrizal Rahman mengatakan, mereka terkonfirmasi positif berdasarkan tes swab di laboratorium Unsyiah.

    “Empat dokter, satu perawat, yang lain masyarakat biasa dari Aceh Besar dan Banda Aceh,” kata Safrizal saat dikonfirmasi media di Banda Aceh

    Tiga di antara dokter tersebut, kata Safrizal, sedang mengikuti program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Sementara satu orang lainnya bertugas di IGD RSUZA dan seorang perawat.

    Keempat dokter dan seorang perawat itu berinisial FAK, 30, ZUL, 34 dan MI, 37 yang sedang mengikuti PPDS. Kemudian KR, 32, dokter umum dan MN, 28, perawat. Mereka terpapar dari pasien positif yang berinisial TI, 79.

    Safrizal menyatakan para dokter dan perawat tersebut diisolasi di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh karena tak memiliki gejala klinis sehingga tak dirawat di RSUZA.

    “Diisolasi di BPSDM, karena mereka tidak bergejala,” ujarnya.

    Dia memastikan pihaknya sudah melakukan penelusuran terhadap orang yang pernah kontak erat dengan keempat dokter dan seorang perawat itu. Sebagian dari mereka yang pernah melakukan kontak erat pun sudah mengikut tes swab. (Ria)

    BERBAGI