Beranda Opini Pemuda Aceh Harus Tingkatkan Keahlian untuk Mengisi Dunia Kerja

Pemuda Aceh Harus Tingkatkan Keahlian untuk Mengisi Dunia Kerja

BERBAGI
Penulis, H. Jamaluddin, ST, MM. (Foto/Ist)
” Solusi bagi kaum milenial ini adalah dengan memberikan keterampilan lewat pelatihan skill dan pendidikan vokasi lainnya kepada para pemuda Aceh”
Oleh: H.Jamaluddin, ST, MM

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), organisasi kepemudaan yang awalanya merupakan gabungan dari kelompok Cipayung, binaan kader Golkar dan TNI, melalui deklarasi yang dipimpin oleh David Napitupulu pada tanggal 23 Juli 1973

Berdirinya KNPI bermula dari berkurangnya peran Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) sebagai wadah generasi mahasiswa untuk melanjutkan perannya dalam masa Orde Baru. Berkurangnya peran KAMI sebagai wadah persatuan dan kesatuan generasi muda mahasiswa menimbulkan situasi tidak menentu dalam melanjutkan peranan kaum muda pada masa berikutnya.

Kaum muda, baik secara individual maupun secara organisasi, sulit untuk melakukan gerakan mencapai sasaran bersama di tengah situasi konflik nasional.

Ingat logo KNPI adalah perlambang pemuda, menatap ke masa depan dengan optimis. Memegang “daun berhelai lima” perlambang kalau setiap tindakan perbuatan selalu berpegang pada asas “Pancasila” dan juga simbol kemakmuran.

Figur yang mendorong, mengartikan maju, kedinamisan, kemauan, bekerja membangun. Huruf-huruf KNPI yang “menyatu” mengartikan persatuan dan kegotongroyongan, kesatuan tindakan dalam KNPI.

Dengan menyimak maksud dan arti dari logo KNPI di atas maka saatnya kita bergandeng tangan untuk mencari solusi bagi persoalan kaum muda di Aceh

Persoalan bagi pemuda Aceh saat ini dengan keterbatasan lapangan pekerjaan membuat ratapan hidup lebih sulit bagi mereka untuk bisa menata masa depan yang lebih baik. Sebenarnya potensi hasil bumi kita mulai dari pertaniaan, perternakan dan perikanan luar biasa jika semua itu digarap dengan baik.

Belum lagi peluang pekerjaan di berbagai jasa yang menuntut kita memproleh keahlian yang dapat digerakan untuk kegiatan berbagai jasa, untuk menopang kebutuhan 5,3 juta lebih penduduk Aceh.

Ditambah lagi saat Aceh dengan perolehan dana Otsus yang begitu besar, mencapai 2% dari pagu nasional sampai tahun 2022. Kemudian 1 % dari pagu nasional hingga tahun 2027, dan setelah itu dana Otsus Aceh akan berlalu.

Lalu kenapa pengangguran di Aceh begitu tinggi khusus nya di kalangan pemuda, padahal potensi alam kita begitu besar dan sumber anggaran kita juga begitu tinggi?

Pandangan kita, para pemuda Aceh masih kurang memperoleh skill untuk bisa aktif di berbagai kegitan perekonomian, baik pertanian, perkebunan, perternakan, perikanan, dan banyak jasa lainnya.

Solusi bagi kaum milenial ini adalah dengan memberikan keterampilan lewat pelatihan skill dan pendidikan vokasi lainnya kepada para pemuda Aceh.

Adapun pendididkan skill yang diperlukan oleh mereka adalah ilmu yang saat ini tersedia pasarnya, sehingga setelah pelatihan selesai, mereka bisa magang dan langsung bekerja.

Bahkan saat ini tidak sedikit peluang bagi kaum milenial untuk bisa bekerja di global
market. Jika saat ini banyak remaja kita yang hanya bisa main game online, maka kedepan hendaknya bisa membuat game dan menjualnya di globa market, yaitu pasar yang tidak berbatas. Selamat hari lahir KNPI ke 47. (**)

  • Penulis adalah Ketua KNPI Aceh
BERBAGI