Bupati Mursil Sambangi Mantan Atlet Aceh Peraih Emas PON

    BERBAGI
    Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil, saat menyambangi Ardian, mantan atlet pencak silat peraih mendali emas PON ke-8. (Foto/Ist)

    Kualasimpang (Waspada Aceh) – Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil bersama Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Musrizar, menyambangi kediaman Ardian,66, warga Kampung Tanjung Karang, Kecamatan Kejuruan Muda, mantan atlet pencak silat peraih mendali emas PON ke-8 tahun 1973.

    Kunjungan Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil ke rumah Ardian sebagai wujud kepeduliannya kepada atlet senior yang telah mengharumkan nama Aceh Tamiang khususnya dan umumnya Aceh di kancah nasional. Bupati melakukan perbincangan bersama Ardian seputar sepak terjang karirnya di bidang olahraga bela diri yang telah ditekuninya pada tahun 80-han.

    Ardian mengutarakan, ketika berkarir dalam dunia atlet, dia pernah membuka perguruan silat yang kemudian bubar karena sarana pelatihan yang kurang memadai. Saat itu pernah digaji sebanyak satu juta rupiah selama satu tahun, itu pun sangat di syukurinya. Sementara Bupati Mursil juga menanyakan kepadanya tentang kemajuan dunia persilatan saat ini.

    Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, H.Mursil kepada Waspada, Rabu (15/7/2020) di kantornya mengatakan, sudah memerintahkan Kadispora Aceh Tamiang untuk memfasilitasi Ardian menjadi pelatih dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Aceh Tamiang.

    “Jika Pak Ardian masih mampu, bisa kita fasilitasi beliau sebagai pelatih di IPSI,” ujarnya lagi.

    Bupati Mursil mengemukakan, mantan atlet peraih mendali emas PON tersebut dalam perbicangan menyatakan kesiapannya untuk menjadi pelatih di IPSI Aceh Tamiang. “Beliau juga meminta bantuan ternak lembu yang sudah lama dia niatkan itu,” sebut Mursil.

    Bupati mengatakan, permohonan itu langsung direspon agar Ardian bisa memperoleh bantuan lembu dimaksud. Bila memungkinkan tahun ini bisa segera dibantu. Tapi jika tidak terealisasi tahun ini, maka tahun 2021. Mengingat saat ini terbentur dengan pemotongan anggaran terkait COVID-19.

    Sebelumnya, Yuliana, putri peraih mendali emas PON ke-8 tersebut merasa kesal dan miris, dengan adanya pemberitaan menyebutkan ayahnya bekerja sebagai kuli kasar atau tukang muat pasir material.

    “Terkesan kami anak–anaknya menelantarkan orang tua kami,” ungkap Yuliana, didampingi dua adiknya, Nurul dan Putra, mengatakan kepada wartawan, Selasa (14/7/2020) di kediamannya.

    Dia menegaskan, munculnya berita tersebut membuat pihak keluarga sangat sedih saat membaca apa yang disampaikan dalam pemberitaan dimaksud, “Kami delapan orang bersaudara, masih sangat perhatian dan peduli kepala ayahanda, tidak mungkin dibiarkan bekerja sebagai kuli kasar angkut pasir,” tutur Yuliana.

    Dia menegaskan, ayahanda-nya jangan dijadikan alat pencitraan, apalagi tidak seperti yang sebenarnya. Menurutnya, ayahnya Ardian yang kini berusia 66 tahun itu, hingga saat ini masih memperoleh biaya hidup dari gaji pensiunan istrinya, Almarhumah, T. Fatimah Nur.

    “Dari gaji pensiunan ibu saja cukup bagi Ayah, dan tidak lagi harus bekerja keras, jadi tolong jangan dipolitisir orang tua kami,” pinta Yulina lagi. (b15).

    BERBAGI