Jelang Suksesi Kapolri, Idham Azis Ingatkan Gunakan Cara yang Patut

    BERBAGI
    Kapolri Jenderal Idham Azis. (Foto/Ist)

    Jakarta (Waspada Aceh) – Suksesi kepemimpinan tertinggi di tubuh korps Bhayangkara dimungkinkan akan terjadi pada tahun 2021, untuk itu Kapolri Jenderal Idham Azis mengingatkan jajarannya untuk menjaga soliditas internal.

    Idham Azis menyebutkan, seluruh jajaran Polri memiliki kesempatan yang sama untuk dapat memimpin institusi Polri. Kapolri berpesan agar calon penggantinya nanti menggunakan cara-cara yang patut selama proses suksesi.

    “Jaga soliditas internal kita dengan baik. Jangan SMS, senang melihat teman susah, susah melihat teman senang. Biar Tuhan yang memilih. Siapa saja di ruangan ini punya kesempatan yang sama,” kata Idham dalam sambutannya saat perayaan HUT Bhayangkara ke-74 di Bareskrim Polri, Rabu (1/7/2020).

    Dikutip dari laman CNNIndonesia.com, Jenderal bintang empat itu pun mewanti-wanti seluruh anggota kepolisian agar tetap waspada terhadap isu-isu liar ihwal bursa nama calon Kapolri baru. Menurut dia, pembahasan terhadap isu tersebut akan semakin liar dan tajam ke depan.

    Dia meminta agar jajarannya dapat tetap fokus menjalankan tugas selama ini.

    “Semakin ke depan itu semakin tajam. Ini baru Juli, Agustus, nanti ber ber ber [September-Desember] sudah mulai makin tajam itu,” tambah Idham.

    Jenderal Idham Azis akan memasuki masa purna tugas sebagai Kapolri pada Januari tahun depan lantaran sudah berusia 58 tahun. Sepanjang berkarier di kepolisian, Idham berpengalaman di bidang reserse. Dia menjabat sebagai Kabareskrim Polri sebelum diangkat menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian.

    Sebelumnya, Indonesia Police Watch (IPW) mencatat delapan nama dalam bursa calon Kapolri baru yang berpotensi menggantikan Jenderal Idham Azis. Mereka terdiri dari lima nama Jenderal bintang tiga (Komisaris Jenderal) dan tiga nama bintang dua (Inspektur Jenderal).

    “Kedelapan nama ini mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991,” kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, melalui keterangan resmi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (11/6/2020).

    Dari pendataan IPW kedelapan nama itu, terdiri dari lima jenderal bintang tiga (Komjen) dan tiga bintang dua (Irjen). Kedelapan nama ini mulai dari lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988 A hingga lulusan tahun 1991. Mereka adalah Komjen Rico (Kabaintelkam), Komjen Agus (Kabaharkam), Komjen Boy Rafly (Kepala BNPT), Komjen Sigit (Kabareskrim), dan Komjen Gatot (Wakapolri).

    Sedangkan untuk bintang dua ada Irjen Nana (Kapolda Metro Jaya), Irjen Lufti (Kapolda Jateng), dan Irjen Fadil (Kapolda Jatim), kata Neta. (**)

    BERBAGI